Trump Tarik Pasukan AS, Warga Somalia Kecewa Berat
Sabtu, 05 Desember 2020 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Somalia yang rapuh dan didukung secara internasional akan mengadakan pemilihan parlemen bulan ini dan pemilihan nasional pada awal Februari, sebuah pendahuluan dari rencana penarikan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika yang berkekuatan 17.000 orang.
Pasukan AS telah berada di Somalia, sebagian besar mendukung pasukan khusus Somalia yang dikenal sebagai Danab dalam operasi melawan al-Shabaab, yang serangannya di negara-negara seperti Kenya dan Uganda telah menewaskan ratusan warga sipil, termasuk Amerika.
Al-Shabaab menjadi tanggung jawab Danab karena pasukan reguler sering kali tidak terlatih dan dipersenjatai dengan baik, sering meninggalkan pos mereka atau terlibat dalam perebutan kekuasaan antara pemerintah nasional dan daerah.(Baca juga: Bom Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Somalia, Tiga Orang Tewas )
"Jika penarikan itu permanen, itu akan berdampak besar pada upaya kontraterorisme," kata Kolonel Ahmed Abdullahi Sheikh, yang menjabat komandan Danab selama tiga tahun hingga 2019.
Dia bertempur bersama pasukan AS dan selama di bawah komandonya dua orang Amerika dan lebih dari seratus anak buahnya sendiri telah tewas.
"Baik pasukan AS dan Somalia menentang penarikan itu," ujarnya.
Pasukan AS telah berada di Somalia, sebagian besar mendukung pasukan khusus Somalia yang dikenal sebagai Danab dalam operasi melawan al-Shabaab, yang serangannya di negara-negara seperti Kenya dan Uganda telah menewaskan ratusan warga sipil, termasuk Amerika.
Al-Shabaab menjadi tanggung jawab Danab karena pasukan reguler sering kali tidak terlatih dan dipersenjatai dengan baik, sering meninggalkan pos mereka atau terlibat dalam perebutan kekuasaan antara pemerintah nasional dan daerah.(Baca juga: Bom Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Somalia, Tiga Orang Tewas )
"Jika penarikan itu permanen, itu akan berdampak besar pada upaya kontraterorisme," kata Kolonel Ahmed Abdullahi Sheikh, yang menjabat komandan Danab selama tiga tahun hingga 2019.
Dia bertempur bersama pasukan AS dan selama di bawah komandonya dua orang Amerika dan lebih dari seratus anak buahnya sendiri telah tewas.
"Baik pasukan AS dan Somalia menentang penarikan itu," ujarnya.
Lihat Juga :