Turki Beli S-400 Rusia, Kongres AS Serukan Penjatuhan Sanksi

Jum'at, 04 Desember 2020 - 10:25 WIB
loading...
Turki Beli S-400 Rusia,...
Komponen sistem pertahanan rudal S-400 Rusia tiba dengan pesawat kargo di dekat Bandara Murted, Ankara, 27 Agustus 2019. Foto/Militer Turki/Kementerian Pertahanan Turki/Handout via REUTERS
A A A
WASHINGTON - Kongres Amerika Serikat (AS) memintapemerintah federal bersiap menjatuhkan sanksi terhadap orang-orang yang terlibat dalam pembelian sistem rudal S-400 Rusia oleh Turki. Presiden AS nantinya akan diberi waktu 30 hari untuk menjatuhkan sanksi setelah undang-undang terkait disahkan.

Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) untuk tahun fiskal 2021 sedang diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat untuk disahkan menjadi undang-undang. (Baca: Indonesia Gerak Cepat Ingin Borong 48 Jet Tempur Rafale Prancis )

Aturan ini mengamanatkan presiden Amerika menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang terlibat bisnis senjata dari negara-negara yang jadi target dari undang-undang bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Rusia dan Korea Utara termasuk negara-negara yang jadi target dari CAATSA.

"Selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal berlakunya undang-undang ini, Presiden akan menjatuhkan lima atau lebih sanksi yang dijelaskan dalam pasal 235 Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (22 USC 9529) sehubungan dengan setiap orang yang dengan sengaja terlibat dalam akuisisi sistem pertahanan udara S-400 sebagaimana dimaksud dalam sub-pasal (b)," bunyi penggalan NDAA yang dikutip Sputniknews, Jumat (4/12/2020).

Versi final rancangan NDAA 2021 juga mencakup ketentuan yang akan memperluas sanksi terhadap proyek pipa gas Nord Stream 2 Rusia dan proyek pipa Turkstream. (Baca juga: Adolf Hitler Menang Pemilu di Namibia Jadi Pemberitaan Dunia )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved