Keluarga Militer Amerika Tinggal di Korsel, Jenderal Top AS Minta Dipikir Ulang

Jum'at, 04 Desember 2020 - 09:43 WIB
loading...
Keluarga Militer Amerika...
Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat, Mark Milley. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Jenderal tertinggi Amerika Serikat (AS), Mark Milley, menyarankan perombakan kebijakan lama yang mengirim ribuan anggota keluarga militer Amerika untuk tinggal dengan pasukan yang dikerahkan di luar negeri, termasuk di Korea Selatan (Korsel) .

Setiap keputusan mendadak untuk berhenti mengirim keluarga militer AS ke Korea Selatan, rumah bagi 28.500 tentara, dapat memicu kecemasan di seberang perbatasan di Korea Utara, yang kemungkinan akan melihatnya sebagai peningkatan kesiapan Amerika untuk konflik. (Baca: Indonesia Gerak Cepat Ingin Borong 48 Jet Tempur Rafale Prancis )

Demikian pula, setiap langkah mendadak untuk menarik kerabat anggota militer AS dari Bahrain, situs markas besar Angkatan Laut AS di Timur Tengah, akan menimbulkan kekhawatiran di Iran yang berdekatan.

Jenderal Angkatan Darat AS Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan sudah waktunya untuk lebih metodis, melihat dengan seksama secara global pada praktik pengiriman keluarga tentara ke luar negeri, di mana mereka bisa dalam bahaya.

"Jika kami pernah berkonflik dengan Iran, para non-petempur ini akan berisiko tinggi," kata Jenderal Milley pada acara online yang diselenggarakan oleh US Naval Institute, sebuah asosiasi militer swasta, nirlaba, dan profesional sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (4/12/2020). (Baca juga: Bos Mata-mata Trump: China Ancaman Terbesar bagi Kebebasan Dunia sejak PD II )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
Diserang Rudal, Pangkalan...
Diserang Rudal, Pangkalan Militer AS di Suriah Timur Laut Terbakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved