Kalah Pilpres AS, Trump Fokus Selamatkan Diri dan Keluarga

Jum'at, 04 Desember 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Kasus Hukum Trump dan Keluarganya

Reuters melaporkan kantor Departemen Kehakiman AS tengah menyelidiki potensi kejahatan terkait aliran uang ke Gedung Putih terkait pengampunan yang diberikan Trump. Hakim distrik AS Beryl Howell mengungkapkan perintah penyelidikan yang dia sebut sebagai penyelidikan “suap untuk pengampunan”.

Dokumen setebal 18 halaman menampilkan skema penyuapan tetapi tidak menyebut siapa saja yang terlibat. Pejabat Departemen Kehakiman menyatakan tidak ada pegawai pemerintah yang menjadi target penyelidikan. Dugaan suap itu diselidiki setelah adanya seseorang yang menawarkan kontribusi politik untuk ditukar dengan pengampunan presiden. Namun, Trump menyebut penyelidikan itu sebagai berita bohong.

Bukan hanya kasus itu yang terbaru, Ivanka Trump , putri dan penasihat politik Trump, diinterogasi di bawah sumpah karena adanya gugatan hukum mengenai penyalahgunaan dana nirlaba untuk pelantikan Trump sekitar empat tahun lalu. Jaksa Agung Distrik Columbia Karl Racine mengungkapkan dokumen pengadilan tersebut. Gugatan hukum itu, Racine mengklaim bisnis Trump dan entitas lainnya menyalahgunakan dana nirlaba untuk memperkaya keluarga Trump. Komite Pelantikan Presiden berkoordinasi dengan keluarga Trump untuk membayar lebih dalam penyewaan di Trump International Hotel di Washington. (Lihat videonya: Usai Imunisasi, Seorang Balita di Tulang Bawang Meninggal Dunia)

Dalam satu kasus dijelaskan pembayaran senilai USD300.000 untuk menggelar resepsi pribadi di hotel tersebut untuk tiga anak Trump, yakni Donald Jr, Ivanka, dan Eric pada 20 Januari 2017. “Hukum distrik menyatakan nirlaba digunakan untuk kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi,” ujar Racine. Gugatan hukum itu meminta pengembalian USD1 juta yang telah mengalir ke bisnis keluarga Trump.

Juru bicara Gedung Putih tidak merespons mengenal hal itu. Namun, komite pelantikan presiden menyatakan keuangan mereka telah diaudit secara independen dan semua uangnya telah digunakan sesuai hukum. Komite pelantikan juga bisa menerima donasi tanpa batas, termasuk dari korporasi. Mereka mendapatkan USD107 juta untuk pelantikan Trump dari seorang investor dan pengusaha properti Thomas Barrack. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Berita Terkini
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved