Bos Mata-mata Trump: China Ancaman Terbesar bagi Kebebasan Dunia sejak PD II

Jum'at, 04 Desember 2020 - 08:59 WIB
loading...
Bos Mata-mata Trump:...
Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat John Ratcliffe tuduh China sebagai ancaman terbesar bagi kebebasan di seluruh dunia sejak Perang Dunia II. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) John Ratcliffe menyebut China sebagai ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia sejak Perang Dunia (PD) II.

Ratclife merupakan bos mata-mata nasional Amerika yang ditunjuk Presiden Donald Trump pada musim semi lalu. Dia mengatakan Beijing condong pada dominasi global.

"Intelijennya jelas: Beijing bermaksud untuk mendominasi AS dan seluruh planet secara ekonomi, militer dan teknologi," kata Ratcliffe dalam sebuah artikel opini di situs Wall Street Journal. (Baca: Indonesia Gerak Cepat Ingin Borong 48 Jet Tempur Rafale Prancis )

Sebelum jadi bos mata-mata pemerintah Trump, Ratcliffe adalah anggota Kongres Partai Republik."China merupakan ancaman terbesar bagi Amerika saat ini, dan ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia sejak Perang Dunia Kedua," katanya dalam tulisan opininya yang dikutip Reuters, Jumat (4/12/2020).

Pihaknya mengaku telah mengalihkan sumber daya dalam anggaran federal tahunan senilai USD5 miliar yang dialokasikan untuk intelijen guna meningkatkan fokus pada China.

Ratcliffe mengatakan pendekatan spionase ekonomi China ada tiga; "Rob, Replicate and Replace (Merampok, Menyalin dan Mengganti)".

Strategi itu, papar dia, adalah entitas China mencuri kekayaan intelektual perusahaan Amerika, menyalinnya, dan kemudian menggantikan perusahaan AS di pasar global. (Baca: AS Perketat Aturan Visa untuk Anggota Partai Komunis China 'Jahat' )

Juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengatakan pada hari Rabu bahwa tuduhan pencurian teknologi oleh AS adalah "menggelikan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved