RI Desak Malaysia Segera Rampungkan Perjanjian Perlindungan untuk TKI

loading...
RI Desak Malaysia Segera Rampungkan Perjanjian Perlindungan untuk TKI
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Menuturkan, kasus penyiksaan terhadap TKI, yang berinisial MH ini kembali menjadi "wakeup call" mengenai pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi pekerja migran sektor domestik Indonesia ke Malaysia. Foto/Kemlu R
JAKARTA - Indonesia mendorong Malaysia untuk segera menyelesaikan perundingan perpanjangan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( PMI) Sektor Domestik. Dorongan ini datang setelah kembali terjadi penyiksaan terhadap seorang TKI oleh majikannya di Kuala Lumpur.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Menuturkan, kasus penyiksaan terhadap TKI, yang berinisial MH ini kembali menjadi "wakeup call" mengenai pentingnya membangun koridor migrasi aman bagi pekerja migran sektor domestik Indonesia ke Malaysia.

"Sebagaimana diketahui, MoU Penempatan dan Perlindungan PMI Sektor Domestik Indonesia ke Malaysia telah habis masa berlakunya," ucap Retno saat konferensi pers virtual pada Kamis (3/12/2020). ( Baca juga: Protes Penyiksaan pada Pekerja Indonesia, Kemlu Panggil Dubes Malaysia )

"Untuk itu, Indonesia mendorong penyelesaian segera perundingan MoU tersebut untuk memastikan perlindungan penuh bagi PMI sejak berangkat, bekerja di Malaysia, hingga kembali lagi ke Indonesia," sambungnya.





Terkait dengan penyiksaan MH, Retno menuturkan, Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah menugaskan pengacara retainer untuk memantau proses penegakan hukum terhadap majikan MH. ( Baca juga: Disiksa Keji oleh Majikan di Malaysia, TKI asal Cirebon Dibiarkan Tidur di Teras )

Selain itu, jelasnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia juga telah memanggil Duta Besar Malaysia guna menyampaikan kecaman atas terus berulangnya kasus penyiksaan terhadap pekerja asal Indonesia.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top