Pemerintah Afghanistan-Taliban Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai
Rabu, 02 Desember 2020 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Gerilyawan Taliban menolak untuk menyetujui gencatan senjata selama tahap awal pembicaraan, meskipun ada seruan dari Barat dan badan-badan global, mengatakan bahwa gencatan senjata itu akan diambil hanya jika jalan ke depan untuk pembicaraan telah disepakati.
"Kesepakatan ini menunjukkan bahwa pihak yang bernegosiasi dapat menyetujui masalah-masalah sulit," kata Khalilzad di Twitter.
Utusan PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons menyambut baik perkembangan positif itu di Twitter.
"Terobosan ini harus menjadi batu loncatan untuk mencapai perdamaian yang diinginkan oleh semua rakyat Afghanistan," imbuhnya.
Taliban digulingkan dari kekuasaan pada tahun 2001 oleh pasukan pimpinan AS karena menolak menyerahkan Osama bin Laden, arsitek serangan 11 September di Amerika Serikat. Pemerintah yang didukung AS telah memegang kekuasaan di Afghanistan sejak itu, meskipun Taliban memiliki kendali atas wilayah yang luas di negara tersebut.
Berdasarkan kesepakatan pada bulan Februari, pasukan asing akan meninggalkan Afghanistan pada Mei 2021 dengan imbalan jaminan kontra-terorisme dari Taliban.(Baca juga: Taliban Sambut Baik Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan )
Presiden AS Donald Trump telah berupaya untuk mempercepat penarikan pasukan, meskipun ada kritik, mengatakan dia ingin melihat semua tentara Amerika pulang pada Natal untuk mengakhiri perang terpanjang di Amerika.
"Kesepakatan ini menunjukkan bahwa pihak yang bernegosiasi dapat menyetujui masalah-masalah sulit," kata Khalilzad di Twitter.
Utusan PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons menyambut baik perkembangan positif itu di Twitter.
"Terobosan ini harus menjadi batu loncatan untuk mencapai perdamaian yang diinginkan oleh semua rakyat Afghanistan," imbuhnya.
Taliban digulingkan dari kekuasaan pada tahun 2001 oleh pasukan pimpinan AS karena menolak menyerahkan Osama bin Laden, arsitek serangan 11 September di Amerika Serikat. Pemerintah yang didukung AS telah memegang kekuasaan di Afghanistan sejak itu, meskipun Taliban memiliki kendali atas wilayah yang luas di negara tersebut.
Berdasarkan kesepakatan pada bulan Februari, pasukan asing akan meninggalkan Afghanistan pada Mei 2021 dengan imbalan jaminan kontra-terorisme dari Taliban.(Baca juga: Taliban Sambut Baik Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan )
Presiden AS Donald Trump telah berupaya untuk mempercepat penarikan pasukan, meskipun ada kritik, mengatakan dia ingin melihat semua tentara Amerika pulang pada Natal untuk mengakhiri perang terpanjang di Amerika.
Lihat Juga :