Pemerintah Afghanistan-Taliban Capai Kesepakatan Awal Pembicaraan Damai
Rabu, 02 Desember 2020 - 22:40 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Trump sejak itu mengumumkan bahwa akan ada penarikan tajam pada Januari, tetapi setidaknya 2.500 tentara akan tetap berada di luar itu.(Baca juga: Trump Kurangi Pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 Jadi 2.500 Tentara )
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada Selasa memperingatkan NATO agar tidak menarik pasukan terlalu dini dan mengatakan mereka harus memastikan bahwa NATO mengikat pengurangan pasukan lebih lanjut di Afghanistan dengan kondisi yang jelas.
Bulan lalu, kesepakatan yang dicapai antara Taliban dan negosiator pemerintah ditahan pada menit terakhir setelah pemberontak menolak keras pembukaan dokumen itu karena menyebutkan nama pemerintah Afghanistan.
Seorang diplomat Uni Eropa yang mengetahui proses tersebut mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyimpan beberapa masalah yang diperdebatkan untuk ditangani secara terpisah.
"Kedua belah pihak juga tahu bahwa kekuatan Barat kehilangan kesabaran dan bantuan bersyarat ... sehingga kedua belah pihak tahu mereka harus bergerak maju untuk menunjukkan beberapa kemajuan," kata diplomat itu, yang tidak mau disebutkan namanya.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada Selasa memperingatkan NATO agar tidak menarik pasukan terlalu dini dan mengatakan mereka harus memastikan bahwa NATO mengikat pengurangan pasukan lebih lanjut di Afghanistan dengan kondisi yang jelas.
Bulan lalu, kesepakatan yang dicapai antara Taliban dan negosiator pemerintah ditahan pada menit terakhir setelah pemberontak menolak keras pembukaan dokumen itu karena menyebutkan nama pemerintah Afghanistan.
Seorang diplomat Uni Eropa yang mengetahui proses tersebut mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menyimpan beberapa masalah yang diperdebatkan untuk ditangani secara terpisah.
"Kedua belah pihak juga tahu bahwa kekuatan Barat kehilangan kesabaran dan bantuan bersyarat ... sehingga kedua belah pihak tahu mereka harus bergerak maju untuk menunjukkan beberapa kemajuan," kata diplomat itu, yang tidak mau disebutkan namanya.
(ber)
Lihat Juga :