Lawan Covid-19, India Siapkan Rencana Berlapis

Kamis, 16 April 2020 - 15:12 WIB
loading...
A A A
"Dari satu laboratorium pada Januari 2020 hingga 223 laboratorium di seluruh negeri (157 laboratorium umum, 66 swasta) sekarang, lebih dari 190 ribu sampel telah diuji hingga saat ini. India juga mengembangkan perangkat pengujian asli untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk pengujian yang lebih diliberalisasi," ucapnya.

Berdasarkan keterangan kedubes India, langkah berikutnya adalah meningkatkan produksi dan pengadaan pasokan medis, komunikasi publik untuk menjelaskan masalah pandemi ini dan memastikan keselamatan orang India di luar negeri. Selain itu, India juga telah menerapkan karantina wilayah, yang merupakan karantina wilayah terbesar di dunia.

Dalam karantina wilayah tersebut, menurut kedubes India, New Delhi membantu kepulangan para buruh yang ingin kembali ke daerah asal mereka, menerapkan protokol untuk mengelola migran.

"Pedoman dikeluarkan untuk memastikan pasokan, ransum, dan paket makanan penting untuk orang-orang yang terdampar dipastikan. Hampir 28 ribu kamp dan tempat penampungan telah didirikan, dengan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Negara Bagian kepada 1,25 juta orang. Di seluruh negeri, 20 ribu kamp makanan sedang dijalankan, dengan hingga 7,5 juta orang diberi makan setiap hari," jelasnya.

Selain itu, New Delhi juga terus menjalin kemitraan internasional untuk menanggulangi pandemi. "Sesuai dengan posisi India sebagai penyedia utama dan bertanggung jawab atas produk-produk farmasi kepada dunia, pasokan komersial dan bantuan produk-produk farmasi utama juga diperuntukkan bagi AS, Spanyol, Brasil, Israel, dan Indonesia serta negara-negara di Afrika, Amerika Latin, dan Karibia," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved