Lawan Covid-19, India Siapkan Rencana Berlapis

Kamis, 16 April 2020 - 15:12 WIB
loading...
Lawan Covid-19, India...
India menerapkan sejumlah rencana dalam merespon penyebaran Covid-19. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - India akan menerapkan sejumlah rencana dalam merespon penyebaran Covid-19. Setidaknya 10 ribu orang terinfeksi Covid-19 di negara dengan populasi 1,3 miliar orang tersebut.

Menurut keterangan Kedutaan Besar (kedubes) India di Jakarta, langkah awal yang diambil oleh New Delhi adalah pembentukan Kelompok Menteri (GOM) untuk merencanakan, memantau, dan meninjau situasi secara teratur dan untuk memastikan koordinasi antar-menteri.

Kedubes India di Jakarta menuturkan, langkah-langkah yang diambil India antara lain adalah pengawasan di pintu-pintu masuk. Lalu, pengawasan masyarakat terhadap semua penumpang melalui Jaringan Program Pengawasan Penyakit Terpadu (ISPD).

"Penumpang dimonitor di masyarakat melalui jaringan IDSP setiap hari. Saat ini 621 ribu penumpang telah dibawa di bawah pengawasan dan diantaranya 33.249 ditemukan memiliki gejala dan dirujuk, 5.503 telah dirawat di rumah sakit sejauh ini. Hal ini memastikan bahwa tidak ada satu pun kasus positif yang dapat bercampur dengan populasi umum," bunyi keterangan kedubes India yang diterima Sindonews pada Kamis (16/4/2020).

Langkah selanjutnya yang diambil, menurut kedubes India, adalah pengujian laboratorium. Di mana, jaringan laboratorium di seluruh India telah dibentuk untuk memfasilitasi pengujian sampel awal dan tepat waktu.

"Dari satu laboratorium pada Januari 2020 hingga 223 laboratorium di seluruh negeri (157 laboratorium umum, 66 swasta) sekarang, lebih dari 190 ribu sampel telah diuji hingga saat ini. India juga mengembangkan perangkat pengujian asli untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk pengujian yang lebih diliberalisasi," ucapnya.

Berdasarkan keterangan kedubes India, langkah berikutnya adalah meningkatkan produksi dan pengadaan pasokan medis, komunikasi publik untuk menjelaskan masalah pandemi ini dan memastikan keselamatan orang India di luar negeri. Selain itu, India juga telah menerapkan karantina wilayah, yang merupakan karantina wilayah terbesar di dunia.

Dalam karantina wilayah tersebut, menurut kedubes India, New Delhi membantu kepulangan para buruh yang ingin kembali ke daerah asal mereka, menerapkan protokol untuk mengelola migran.

"Pedoman dikeluarkan untuk memastikan pasokan, ransum, dan paket makanan penting untuk orang-orang yang terdampar dipastikan. Hampir 28 ribu kamp dan tempat penampungan telah didirikan, dengan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Negara Bagian kepada 1,25 juta orang. Di seluruh negeri, 20 ribu kamp makanan sedang dijalankan, dengan hingga 7,5 juta orang diberi makan setiap hari," jelasnya.

Selain itu, New Delhi juga terus menjalin kemitraan internasional untuk menanggulangi pandemi. "Sesuai dengan posisi India sebagai penyedia utama dan bertanggung jawab atas produk-produk farmasi kepada dunia, pasokan komersial dan bantuan produk-produk farmasi utama juga diperuntukkan bagi AS, Spanyol, Brasil, Israel, dan Indonesia serta negara-negara di Afrika, Amerika Latin, dan Karibia," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gawat! Iran Ancam Serang...
Gawat! Iran Ancam Serang Israel Lagi
Rekomendasi
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved