Terbakar Hebat 4 Hari, Tamat Sudah Kapal Perang AS Bonhomme Richard

Selasa, 01 Desember 2020 - 11:25 WIB
loading...
Terbakar Hebat 4 Hari,...
Kapal perang Amerika Serikat, USS Bonhomme Richard, terbakar dan meledak di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, Minggu (12/7/2020). Foto/Tangkapan layar video New York Times
A A A
WASHINGTON - Kapal serbu amfibi Amerika Serikat (AS), USS Bonhomme Richard, terbakar hebat selama empat hari di San Diego pada Juli lalu. Angkatan Laut Amerika kini memutuskan untuk tidak memperbarui kapal perang tersebut.

Komandan Pusat Pemeliharaan Regional Angkatan Laut Amerika, Laksamana Muda Eric Ver Hage, mengatakan kepada wartawan hari Senin bahwa membuat kapal layak laut lagi akan terlalu mahal. Dengan demikian, tamat sudah riwayat USS Bonhomme Richard. (Baca: Kapal Perang AS Terbakar dan Meledak di San Diego, 21 Orang Terluka )

Ver Hage mengatakan bahwa membangun kembali kapal serbu amfibi kembali seperti sebelum kebakaran Juli akan menelan biaya antara USD2,5 hingga USD3,2 miliar dan memakan waktu antara lima hingga tujuh tahun.

(Baca juga : Kekuatan Militer China Bikin Sekjen NATO Ketar Ketir )

Sebagai perbandingan, kontrak yang diserahkan Angkatan Laut kepada Huntington Ingalls Shipbuilding pada tahun 2017 untuk membangun kapal serbu amfibi berikutnya, kapal kelas America, USS Bougainville, hanya seharga USD3 miliar.

(Baca juga : Rusia Sebar Sistem Rudal S-300 ke Pulau Sengketa Dekat Jepang )

Opsi lain yang dipertimbangkan Angkatan Laut, yaitu mengubah Bonhomme Richard seberat 41.000 ton menjadi kapal rumah sakit, yang akan menelan biaya USD1 miliar. Tetapi, kata Ver Hage, itu memakan waktu yang sama.

Sebaliknya, kapal akan dinonaktifkan, sebuah proses yang hanya akan memakan waktu satu tahun dan menelan biaya USD30 juta. (Baca: Setelah Ilmuwan Nuklir, Kini Komandan IRGC Iran Tewas Diserang Drone )

"Kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah," kata Sekretaris Angkatan Laut Kenneth Braithwaite kepada Times of San Diego, yang dilansir Selasa (1/12/2020).

"Setelah penilaian material yang ekstensif di mana berbagai tindakan dipertimbangkan dan dievaluasi, kami sampai pada kesimpulan bahwa tidak bertanggung jawab secara fiskal untuk memulihkannya.”
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Mencintaimu...
Sinopsis Sinetron Mencintaimu Sekali Lagi Eps 101: Rencana Diam-diam Lingga Pada Emil
Dewi Yull Bagikan Jadwal...
Dewi Yull Bagikan Jadwal Pemakaman Jenazah Ray Sahetapy
Sebelum Dibunuh, Jurnalis...
Sebelum Dibunuh, Jurnalis Juwita 2 Kali Diperkosa Oknum TNI AL Jumran
Berita Terkini
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
1 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
2 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
2 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
4 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
4 jam yang lalu
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
4 Amalan Idulfitri yang...
4 Amalan Idulfitri yang Setara Pahala Perang Badar
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved