Pertama di Eropa, Diplomat Iran Diadili Kasus Rencana Pengeboman

Jum'at, 27 November 2020 - 22:16 WIB
loading...
A A A
Republik Islam Iran berulang kali menolak tuduhan tersebut. Teheran menyebut tuduhan serangan itu sebagai aksi "bendera palsu" oleh NCRI, yang dianggap sebagai kelompok teroris.

“Sidang diperkirakan akan dilanjutkan pekan depan, dengan kemungkinan putusan pada akhir bulan ini atau awal Januari,” ungkap para pengacara.



Assadi memperingatkan pihak berwenang pada Maret tentang kemungkinan pembalasan oleh kelompok tak dikenal jika dia dinyatakan bersalah, menurut dokumen polisi yang diperoleh Reuters.

Pihak berwenang mengatakan serangan itu digagalkan oleh operasi terkoordinasi antara dinas keamanan Prancis, Jerman dan Belgia.

Dua orang yang dicurigai sebagai kaki tangan Assadi ditangkap di Belgia dengan bahan peledak TATP dan satu detonator. Pengacara mereka mengatakan pada Jumat bahwa tidak ada yang berniat membunuh.

Pengacara yang mewakili peserta unjuk rasa 2018, yang merupakan pihak sipil untuk penuntutan di Belgia, berpendapat bahwa kekebalan diplomatik tidak dapat digunakan sebagai kedok untuk melakukan serangan teroris, yang diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
AS Kekurangan Stok Rudal,...
AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Kemenhut Realisasikan...
Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
Momen Angela Tanoesoedibjo...
Momen Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator Perindo yang Aktif Kawal APBD dan Turun ke Masyarakat
Berita Terkini
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved