Pertama di Eropa, Diplomat Iran Diadili Kasus Rencana Pengeboman
Jum'at, 27 November 2020 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
“Saya pikir kata-kata 'Belgia kecil yang berani' sepenuhnya cocok saat ini,” ungkap Rik Vanreusel, pengacara untuk pihak sipil.
Dia menyatakan, "Kami adalah satu-satunya negara yang berani menempatkan masalah yang agak sensitif secara politik dalam perspektif yang tepat."
Menyusul kesepakatan 2015 antara Iran dan kekuatan dunia untuk mengekang program nuklir Teheran, Uni Eropa (UE) telah mengupayakan hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih dekat dengan Teheran.
Namun UE mengatakan tidak dapat menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia atau terorisme.
Prancis mengatakan Kementerian Intelijen Iran berada di belakang plot 2018. Paris kemudian mengusir seorang diplomat Iran.
Negara-negara Eropa menyalahkan Iran atas dugaan tindakan lain terhadap para pembangkang, termasuk dua pembunuhan di Belanda pada 2015 dan 2017 serta pembunuhan yang gagal di Denmark. Iran membantah terlibat dalam kasus itu.
Dia menyatakan, "Kami adalah satu-satunya negara yang berani menempatkan masalah yang agak sensitif secara politik dalam perspektif yang tepat."
Menyusul kesepakatan 2015 antara Iran dan kekuatan dunia untuk mengekang program nuklir Teheran, Uni Eropa (UE) telah mengupayakan hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih dekat dengan Teheran.
Namun UE mengatakan tidak dapat menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia atau terorisme.
Prancis mengatakan Kementerian Intelijen Iran berada di belakang plot 2018. Paris kemudian mengusir seorang diplomat Iran.
Negara-negara Eropa menyalahkan Iran atas dugaan tindakan lain terhadap para pembangkang, termasuk dua pembunuhan di Belanda pada 2015 dan 2017 serta pembunuhan yang gagal di Denmark. Iran membantah terlibat dalam kasus itu.
(sya)
Lihat Juga :