Beginilah Cara AS Jatuhkan Bom Nuklir terhadap 95 Kapal Perang
Jum'at, 27 November 2020 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Perjuangan Rolex Kuasai Dunia Horology hingga Berlabel Jam Orang Sukses )
Sebanyak 167 penduduk Bikini pindah ke atol Rongerik di dekatnya, dan dua ledakan awal dijadwalkan pada musim panas 1946 sebagai bagian dari "Operation Crossroads"—satu ledakan di atas permukaan dan ledakan bawah air lainnya, untuk tujuan membandingkan keefektifan dan efek destruktif dari ledakan dua metode serangan bom nuklir.
Ledakan awal disambut oleh Angkatan Laut sebagai alasan perayaan, di mana bom meleset dan hanya menenggelamkan lima kapal. Angkatan Laut sangat gembira. "Pemandangan ketenangan komparatif tampaknya menyenangkan beberapa perwira Angkatan Laut, gembira dengan keyakinan bahwa tes tersebut tidak menunjukkan bahwa Angkatan Laut modern sudah usang di era atom ini," tulis The Washington Post dalam laporannya yang dikutip The National Interest, Jumat (27/11/2020). (Baca juga: AS Tes Jet Tempur Siluman F-35 untuk Serangan Nuklir Supersonik, Ini Videonya )
Sebanyak sepertiga dari hewan yang jadi "kelinci percobaan" ledakan bom nuklir dilaporkan mati akibat ledakan tersebut. Kedua, ledakan bawah air tidak berjalan lebih baik, yang menenggelamkan beberapa kapal. sebaliknya, itu menghasilkan pancaran radioaktif yang mencemari armada kapal yang tersisa.
(Baca juga : Israel Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran )
Sebanyak 167 penduduk Bikini pindah ke atol Rongerik di dekatnya, dan dua ledakan awal dijadwalkan pada musim panas 1946 sebagai bagian dari "Operation Crossroads"—satu ledakan di atas permukaan dan ledakan bawah air lainnya, untuk tujuan membandingkan keefektifan dan efek destruktif dari ledakan dua metode serangan bom nuklir.
Ledakan awal disambut oleh Angkatan Laut sebagai alasan perayaan, di mana bom meleset dan hanya menenggelamkan lima kapal. Angkatan Laut sangat gembira. "Pemandangan ketenangan komparatif tampaknya menyenangkan beberapa perwira Angkatan Laut, gembira dengan keyakinan bahwa tes tersebut tidak menunjukkan bahwa Angkatan Laut modern sudah usang di era atom ini," tulis The Washington Post dalam laporannya yang dikutip The National Interest, Jumat (27/11/2020). (Baca juga: AS Tes Jet Tempur Siluman F-35 untuk Serangan Nuklir Supersonik, Ini Videonya )
Sebanyak sepertiga dari hewan yang jadi "kelinci percobaan" ledakan bom nuklir dilaporkan mati akibat ledakan tersebut. Kedua, ledakan bawah air tidak berjalan lebih baik, yang menenggelamkan beberapa kapal. sebaliknya, itu menghasilkan pancaran radioaktif yang mencemari armada kapal yang tersisa.
(Baca juga : Israel Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran )
Lihat Juga :