Pembom Siluman H-20 Akan Beri China Kemampuan Serangan Antarbenua

Kamis, 26 November 2020 - 10:24 WIB
loading...
Pembom Siluman H-20...
Perkiraan desain pesawat pembom siluman H-20 China. Foto/South China Morning Post/Weibo
A A A
BEIJING - Pesawat pembom siluman subsonik H-20 akan memberi China kemampuan untuk melakukan serangan antarbenua. Analis yakin wilayah Amerika Serikat (AS) di Hawaii mudah dijangkau jika Beijing ingin menyerangnya.

Pesawat pembom tersebut masih dalam pengembangan, tetapi Pentagon yakin bahwa setelah selesai H-20 akan dapat menargetkan wilayah luar negeri AS seperti Guam.

Laporan Royal United Services Institute (RUSI) for Defense and Security Studies yang berbasis di London memberikan gambaran tentang bagaimana Rusia dan China mengembangkan Angkatan Udara mereka, termasuk pesawat generasi berikutnya dan senjata baru. (Baca: Filipina: Suka atau Tidak, Kami Terlibat Jika Perang AS vs China Pecah )

"Dipersenjatai dengan rudal stand-off nuklir dan konvensional, H-20 akan mewakili terobosan besar dari doktrin dan praktik pengembangan peralatan PLAAF (Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat) sebelumnya," bunyi laporan lembaga think tank pertahanan tersebut yang dikutip South China Morning Post, Kamis (26/11/2020).

Ditambahkan bahwa Angkatan Udara PLA saat ini dikonfigurasikan sebagai kekuatan regional yang mampu menembus rantai pulau pertama—serangkaian kepulauan di Pasifik yang membentang dari Kepulauan Kuril, melalui Jepang, dan hingga Filipina.

"H-20, sebaliknya, akan memberi China kemampuan proyeksi kekuatan antarbenua yang sesungguhnya," lanjut laporan tersebut.

Rencana untuk H-20 diumumkan oleh PLA pada 2016 dan pembom subsonik tersebut kemungkinan siap untuk memasuki layanan dalam lima tahun.

Laporan media China mengatakan H-20 akan mampu mengirimkan muatan 45 ton, termasuk senjata nuklir, dan menembakkan empat rudal jelajah siluman atau pun hipersonik. (Baca juga: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )

Pesawat ini dikembangkan sebagai bagian dari rencana Angkatan Udara PLA untuk memperluas operasi pembomnya, yang merupakan bagian dari program yang lebih luas untuk meningkatkan angkatan bersenjata.

Pada bulan Agustus, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menerbitkan laporan yang memperkirakan jarak jelajah H-20 China sekitar 8.500 km (5.280 mil), yang akan membawa wilayah AS di Guam dalam jangkauan.

Tetapi para ahli militer lainnya memperkirakan jarak jelajahnya lebih dari 12.000 km, yang berarti Hawaii akan berada dalam jangkauan serangan.

Song Zhongping, mantan instruktur PLA, mengatakan H-20 telah dirancang untuk mencapai wilayah AS sebagai bagian dari triad nuklir China, yang juga mencakup rudal darat dan laut.

“Tapi desain sayap terbang berarti tidak mungkin memiliki kemampuan tempur udara, oleh karena itu, siluman lebih penting,” katanya.

Zhang Zhaozhong, dari Universitas Pertahanan Nasional, mengatakan bahwa kemampuan siluman adalah kemampuan inti untuk H-20, karena dalam peperangan modern, "truk bom terbang" telah digantikan oleh pesawat tempur serbaguna yang gesit yang membuat sistem pertahanan sulit mengatasi serangannya.

“Jadi (kemampuan) siluman telah dipilih dan terbukti efektif oleh pembom strategis generasi mendatang Amerika dan Rusia,” katanya dalam sebuah posting di media sosial.

"Pada dasarnya telah dipastikan bahwa pembom strategis China generasi berikutnya akan menggunakan (pesawat) siluman, mungkin mirip dengan B-21 AS."

Selain H-20 jarak jauh, laporan RUSI juga mengatakan China juga mengembangkan pembom jarak menengah jarak rendah, yang akan meningkatkan kemampuan serangan PLA di ruang udara yang diperebutkan—khususnya kemampuannya untuk menyerang pangkalan utama AS di Guam dan Okinawa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Lawan China-Korut, Jepang-AS...
Lawan China-Korut, Jepang-AS akan Bahas Penggunaan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved