Filipina: Suka atau Tidak, Kami Terlibat Jika Perang AS vs China Pecah

Kamis, 26 November 2020 - 06:46 WIB
loading...
Filipina: Suka atau...
Kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz saat beroperasi di Laut China Selatan. Foto/US Navy/Christopher Bosch/Handout via REUTERS
A A A
MANILA - Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana telah memperingatkan tentang meningkatnya risiko konflik di Laut China Selatan. Dia menyatakan jika perang antara Amerika Serikat (AS) dengan China pecah, Manila akan terlibat terlepas rakyat suka atau tidak.

Lorenzana mengatakan dalam pidatonya pada hari Rabu bahwa Filipina akan terseret ke dalam konflik antara Washington dan Beijing jika ketegangan terus meningkat.

Lorenzana, seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat, mengklaim konfrontasi antara China dan AS serta sekutunya adalah tantangan keamanan yang paling mengkhawatirkan di kawasan Indo-Pasifik. (Baca: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )

"Sementara AS dan China terus menegaskan bahwa tindakan mereka bersifat defensif, bahaya salah perhitungan selalu ada, seperti hampir tabrakan dua fregat milik AS dan China dua tahun lalu," katanya.

Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya telah berselisih dengan Beijing mengenai kedaulatan di Laut China Selatan yang diperebutkan, yang 90 persen diklaim oleh China.

"Keputusan baru-baru ini dari pemerintah China untuk mempersenjatai kapal penjaga pantai (coast guard) mereka yang berpatroli di Laut China Selatan semakin meningkatkan taruhannya, dan jika perang penembakan terjadi, Filipina, yang berada tepat di tengah konflik, akan terlibat apakah (rakyat negara ini) suka atau tidak," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (26/11/2020).

Washington pada Senin lalu menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Manila atas klaim teritorial di Laut China Selatan yang kaya sumber daya. (Baca juga: AS dengan Militernya Bela 'Musuh-musuh' China dalamSengketa Laut China Selatan )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Perang Lagi! AS Gempur...
Perang Lagi! AS Gempur 80 Target Iran, Dibalas Serangan 85 Lokasi Pangkalan Militer Timur Tengah
Rekomendasi
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Berita Terkini
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Infografis
Perang Pecah, Ini Perbandingan...
Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved