Rusia: Hak AS untuk Keluar dari Perjanjian Open Skies
Senin, 23 November 2020 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini menandai enam bulan sejak AS mengirimkan pemberitahuan kami tentang penarikan diri dari Perjanjian Open Skies. Kami sekarang tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian ini yang telah dilanggar secara mencolok oleh Rusia selama bertahun-tahun," kata Penasihat Keamanan Nasional, Robert C. O'Brien.
"Presiden (Donald Trump) tidak pernah berhenti mengutamakan Amerika dengan menarik diri kami dari perjanjian usang yang telah menguntungkan musuh kami dengan mengorbankan keamanan nasional kami," sambungnya.
Perjanjian Open Skies pertama kali dipertimbangkan oleh AS dan Uni Soviet pada tahun 1950-an sebagai cara yang mungkin untuk meningkatkan transparansi di sekitar pergerakan pasukan dan penyebaran senjata nuklir. ( Baca juga: Banyak F-18 Super Hornet dan F-22 Raptor AS Gagal Memenuhi Target Misi )
Perjanjian ini memungkinkan penandatangannya untuk melakukan sejumlah misi pengintaian udara yang saling menguntungkan di negara-negara yang menjadi pihak dalam kesepakatan itu, yang mencakup AS, Kanada, Rusia dan sebagian besar negara Eropa lainnya.
"Presiden (Donald Trump) tidak pernah berhenti mengutamakan Amerika dengan menarik diri kami dari perjanjian usang yang telah menguntungkan musuh kami dengan mengorbankan keamanan nasional kami," sambungnya.
Perjanjian Open Skies pertama kali dipertimbangkan oleh AS dan Uni Soviet pada tahun 1950-an sebagai cara yang mungkin untuk meningkatkan transparansi di sekitar pergerakan pasukan dan penyebaran senjata nuklir. ( Baca juga: Banyak F-18 Super Hornet dan F-22 Raptor AS Gagal Memenuhi Target Misi )
Perjanjian ini memungkinkan penandatangannya untuk melakukan sejumlah misi pengintaian udara yang saling menguntungkan di negara-negara yang menjadi pihak dalam kesepakatan itu, yang mencakup AS, Kanada, Rusia dan sebagian besar negara Eropa lainnya.
(esn)
Lihat Juga :