Rusia: Hak AS untuk Keluar dari Perjanjian Open Skies
Senin, 23 November 2020 - 16:55 WIB
loading...
Rusia mengatakan bahwa itu adalah hak dari Amerika Serikat (AS) untuk bertahan atau keluar dari Perjanjian Open Skies. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengatakan bahwa itu adalah hak dari Amerika Serikat (AS) untuk bertahan atau keluar dari Perjanjian Open Skies. Moskow juga mengatakan, mereka akan tetap terbuka jika pemerintahan baru AS kelak akan membawa Washington bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut.
"Kami selalu mengatakan, jika AS menganggap perlu untuk menarik diri (dari Perjanjian Open Skies), ini adalah haknya. Kembali atau tidak, ini juga merupakan pilihan pemerintahan AS yang baru," ucap kepala negosiator Rusia di pembicaraan Wina tentang keamanan militer dan masalah kontrol senjata, Konstantin Gavrilov.
"Kami pada prinsipnya tidak mengesampingkan kemungkinan ini, semuanya ada di tangan Amerika," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (23/11/2020).
Dia kemudian mengatakan setelah Washington mundur dari perjanjian itu, sejumlah tugas praktis akan menjadi agenda, termasuk distribusi biaya keuangan terkait dengan aktivitas Open Skies Consultative Commission (OSCC), menunjuk dua ketua kelompok kerja tidak resmi sebagai pengganti perwakilan AS dan menentukan status AS.
"Kami yakin mereka tidak akan bisa mengklaim status pengamat dengan segala kelebihannya," kata Gavrilov. ( Baca juga: Strategi Diplomasi Biden Cenderung Bipartisan )
“Singkatnya, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami berharap kerja sama skala penuh antara negara-negara anggota Traktat Open Skies dalam berbagai isu dalam agenda OSCC akan terus berlanjut tanpa interupsi," tukasnya.
Seperti diketahui, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih secara resmi telah mengonfirmasi bahwa AS tidak lagi menjadi pihak dalam Perjanjian Open Skies. Washington menyalahkan Rusia sebagai pihak yang melanggar perjanjian tersebut tanpa memberikan bukti.
"Kami selalu mengatakan, jika AS menganggap perlu untuk menarik diri (dari Perjanjian Open Skies), ini adalah haknya. Kembali atau tidak, ini juga merupakan pilihan pemerintahan AS yang baru," ucap kepala negosiator Rusia di pembicaraan Wina tentang keamanan militer dan masalah kontrol senjata, Konstantin Gavrilov.
"Kami pada prinsipnya tidak mengesampingkan kemungkinan ini, semuanya ada di tangan Amerika," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Senin (23/11/2020).
Dia kemudian mengatakan setelah Washington mundur dari perjanjian itu, sejumlah tugas praktis akan menjadi agenda, termasuk distribusi biaya keuangan terkait dengan aktivitas Open Skies Consultative Commission (OSCC), menunjuk dua ketua kelompok kerja tidak resmi sebagai pengganti perwakilan AS dan menentukan status AS.
"Kami yakin mereka tidak akan bisa mengklaim status pengamat dengan segala kelebihannya," kata Gavrilov. ( Baca juga: Strategi Diplomasi Biden Cenderung Bipartisan )
“Singkatnya, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami berharap kerja sama skala penuh antara negara-negara anggota Traktat Open Skies dalam berbagai isu dalam agenda OSCC akan terus berlanjut tanpa interupsi," tukasnya.
Seperti diketahui, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih secara resmi telah mengonfirmasi bahwa AS tidak lagi menjadi pihak dalam Perjanjian Open Skies. Washington menyalahkan Rusia sebagai pihak yang melanggar perjanjian tersebut tanpa memberikan bukti.
Lihat Juga :