AS Keluar dari Perjanjian Open Skies dan Salahkan Rusia
Senin, 23 November 2020 - 05:54 WIB
loading...
Pesawat Boeing OC-135B Open Skies Angkatan Udara Amerika Serikat. AS resmi keluar dari Perjanjian Open Skies. Foto/Wikipedia
A
A
A
WASHINGTON - Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih secara resmi telah mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat (AS) tidak lagi menjadi pihak dalam Perjanjian Open Skies. Washington menyalahkan Rusia sebagai pihak yang melanggar perjanjian tersebut tanpa memberikan bukti.
Konfirmasi Gedung Putih disampaikan melalui Twitter pada Minggu malam.
"Hari ini menandai enam bulan sejak Amerika Serikat mengirimkan pemberitahuan kami tentang penarikan diri dari Perjanjian Open Skies. Kami sekarang tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian ini yang telah dilanggar secara mencolok oleh Rusia selama bertahun-tahun," kata Penasihat Keamanan Nasional, Robert C. O'Brien, yang dirilis Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih di Twitter. (Baca: Obama Sindir Trump Mungkin Diseret Navy SEAL Keluar dari Gedung Putih )
"@POTUS (Presiden Trump) tidak pernah berhenti mengutamakan Amerika dengan menarik diri kami dari perjanjian usang yang telah menguntungkan musuh kami dengan mengorbankan keamanan nasional kami," lanjut dia.
Perjanjian Open Skies pertama kali dipertimbangkan oleh AS dan Uni Soviet pada tahun 1950-an sebagai cara yang mungkin untuk meningkatkan transparansi di sekitar pergerakan pasukan dan penyebaran senjata nuklir.
Konfirmasi Gedung Putih disampaikan melalui Twitter pada Minggu malam.
"Hari ini menandai enam bulan sejak Amerika Serikat mengirimkan pemberitahuan kami tentang penarikan diri dari Perjanjian Open Skies. Kami sekarang tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian ini yang telah dilanggar secara mencolok oleh Rusia selama bertahun-tahun," kata Penasihat Keamanan Nasional, Robert C. O'Brien, yang dirilis Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih di Twitter. (Baca: Obama Sindir Trump Mungkin Diseret Navy SEAL Keluar dari Gedung Putih )
"@POTUS (Presiden Trump) tidak pernah berhenti mengutamakan Amerika dengan menarik diri kami dari perjanjian usang yang telah menguntungkan musuh kami dengan mengorbankan keamanan nasional kami," lanjut dia.
Perjanjian Open Skies pertama kali dipertimbangkan oleh AS dan Uni Soviet pada tahun 1950-an sebagai cara yang mungkin untuk meningkatkan transparansi di sekitar pergerakan pasukan dan penyebaran senjata nuklir.
Lihat Juga :