Rakyat Azerbaijan Rayakan Pembebasan Distrik di Nagorno Karabakh

loading...
Rakyat Azerbaijan Rayakan Pembebasan Distrik di Nagorno Karabakh
Warga Azerbaijan berbondong-bondong Jumat ke Alley of Martyrs di Ibu Kota merayakan pembebasan distrik Aghdam di Nagorno Karabakh. Foto/Anadolu
BAKU - Warga Azerbaijan berbondong-bondong Jumat ke Alley of Martyrs di ibu kota untuk memperingati para martir. Mereka juga merayakan pembebasan distrik Aghdam di Nagorno Karabakh , yang berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.

Penduduk mengunjungi Alley of Martyrs dengan memegang bendera Azerbaijan dan Turki saat angkatan bersenjata negara itu memasuki Aghdam di wilayah Karabakh setelah 27 tahun pendudukan.

Mereka menyanyikan lagu kebangsaan, meneriakkan slogan-slogan dan mengungkapkan emosi yang luar biasa bahwa pendudukan akhirnya telah berakhir.



Penduduk Aghdam - yang tinggal selama bertahun-tahun di berbagai kota di Azerbaijan sebagai pengungsi internal - dan yang lainnya meneteskan air mata saat tanah air leluhur mereka dibebaskan seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (21/11/2020).



Tentara Azerbaijan memasuki distrik itu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Armenia yang ditengahi oleh Rusia pekan lalu.

Tentara Azerbaijan pertama-tama membersihkan jalan ke Aghdam dari ranjau dan kemudian memasuki kota dengan kendaraan lapis baja dan tank.(Baca juga: Pasukan Azerbaijan Masuki Distrik Pertama yang Diserahkan Armenia )

Rekaman yang diperoleh Anadolu menunjukkan tentara, yang pergi ke masjid setempat, membersihkan daerah sekitarnya dan mengibarkan bendera di masjid dan menaranya.

Kumandang adzan terdengar di masjid setempat di Aghdam untuk pertama kalinya dalam 27 tahun.

Pasukan Armenia menduduki 77% distrik di Nagorno Karabakh pada 1993, memaksa hampir 200.000 orang Azerbaijan mengungsi dari tanah air mereka.



Hubungan antara dua bekas negara republik Soviet, Azerbaijan dan Armenia, dipenuhi ketegangan sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan meletus pada 27 September dan tentara Armenia terus menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan selama 44 hari.

Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia selama ini.

Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju resolusi yang komprehensif.(Baca juga: Armenia, Azerbaijan, Rusia Sepakat Akhiri Konflik Nagorno-Karabakh )

Gencatan senjata itu dipandang sebagai kemenangan Azerbaijan, dan kekalahan Armenia.
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top