Dubes Sastrawan: Mata Uang Yuan China Tak Dipakai di Zimbabwe

Jum'at, 20 November 2020 - 03:25 WIB
loading...
Dubes Sastrawan: Mata...
Seorang pria menunjukkan uang Dolar Zimbabwe yang baru saat para pelanggan antre di luar bank di Harare, Zimbabwe, 12 November 2019. Foto/REUTERS/Philimon Bulawayo
A A A
HARARE - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Zimbabwe, Juniarta Sastrawan, menegaskan bahwa mata uang Yuan dari China tidak dipakai untuk pembayaran transaksi di negara Afrika tersebut. Dolar Zimbabwe menjadi mata uang resmi di negara itu yang dipakai untuk melakukan pembayaran di seluruh negeri, baik tunai maupun elektronik.

Penegasan itu disampaikan Dubes Sastrawan sebagai respons atas beredarnya pernyataan yang tidak benar di media sosial bahwa mata uang Yuan China dipakai sebagai alat pembayaran transaksi di negara tersebut. (Baca: Memoar Obama: Putin Membangun Rusia untuk Ditakuti )

"Saat ini mata uang Dolar Zimbabwe memiliki nilai tukar yang semakin stabil terhadap mata uang asing dan penggunaannya semakin mendapatkan kepercayaan secara nasional maupun internasional dikarenakan penerapan kebijakan keuangan yang tepat untuk mengatasi krisis di masa pandemi Covid-19," kata Sastrawan dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Harare yang diterima SINDOnews.com, Jumat (20/11/2020).

Untuk memfasilitasi para pelaku bisnis memperoleh mata uang asing pada saat krisis ekonomi karena pandemi Covid-19, pemerintah Zimbabwe melalui Reserve Bank of Zimbabwe (RBZ)—selaku Bank Sentral Zimbabwe—sejak Juni 2020 telah menerapkan kebijakan lelang (auction) dalam melakukan penjualan mata uang asing yang dibeli dengan Dolar Zimbabwe. Kebijakan lelang forex ini membawa dampak positif dan nilai tukar Dolar Zimbabwe terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menjadi relatif stabil, di mana 1 dolar AS ditukar dengan nilai pada kisaran 80-an Dolar Zimbabwe.

"Kepercayaan rakyat Zimbabwe dan masyarakat internasional, khususnya para investor asing, kepada Dolar Zimbabwe telah dapat ditumbuhkan," lanjut Dubes Sastrawan. Penggunaan Dolar Zimbabwe untuk transaksi elektronik melalui platform mobile money di Zimbabwe yang dikenal dengan Ecocash, juga semakin luas. (Baca juga: Penasihat Khamenei: Serangan Taktis AS terhadap Iran Akan Jadi Perang Skala Penuh )

Terkait dengan semakin meningkatnya kepercayaan terhadap Dolar Zimbabwe, Dubes Sastrawan menyampaikan bahwa saat ini KBRI Harare juga sedang memfasilitasi pembicaraan pembentukan kerjasama antara Indonesia dan Zimbabwe untuk revitalisasi pembangunan jaringan kereta api di Zimbabwe yang pendanaannya akan bersumber dari berbagai pihak, baik pada tataran internasional—baik swasta maupun pemerintah, termasuk rencananya dibiayai oleh pemerintah Zimbabwe sendiri melalui penerbitan obligasi pemerintah setempat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Media AS Ungkap Israel...
Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Taylor Swift Ungkap...
Taylor Swift Ungkap Alasan Tak Memakai Bridesmaids di Hari Pernikahannya
Berita Terkini
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved