Tiga Senator AS Coba Cegah Penjualan 50 Jet Tempur F-35 ke UEA

Jum'at, 20 November 2020 - 00:00 WIB
loading...
A A A
Tetapi anggota parlemen dari kedua belah pihak telah memperkenalkan undang-undang yang bertujuan meminta Departemen Luar Negeri untuk pertama-tama menjawab pertanyaan sulit tentang penjualan yang bergerak cepat dan konsekuensinya pada keamanan nasional.

Pompeo, dalam pengumumannya tentang kesepakatan F-35, mengatakan pihaknya mengakui kebutuhan UEA untuk mempertahankan diri dari Iran dan bahwa itu konsisten dengan komitmen Amerika untuk memastikan "keunggulan militer kualitatif" Israel—standar hukum AS bahwa Israel mempertahankan keunggulan teknologi militer atas tetangganya.

Para pendukung, dan sekarang anggota parlemen, sangat khawatir bahwa, terlepas dari pernyataan pemerintahan Trump, kesepakatan itu akan memungkinkan UEA untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran, termasuk drone bersenjata dan amunisi presisi terpandu, dapat digunakan di Yaman atau Libya.

Murphy mengatakan UEA telah melanggar perjanjian penjualan senjata di masa lalu, yang mengakibatkan senjata AS berakhir dengan kelompok milisi, dan mereka gagal mematuhi hukum internasional di Libya dan Yaman.

"Saya mendukung normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA), tetapi tidak ada dalam perjanjian itu yang mengharuskan kami membanjiri kawasan itu dengan lebih banyak senjata dan memfasilitasi perlombaan senjata yang berbahaya," kata Murphy dalam sebuah pernyataan.

Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata tahun 1976 memberikan prosedur khusus di mana para pembuat undang-undang dapat memperkenalkan resolusi bersama atas penolakan terhadap penjualan senjata yang diusulkan. Di Senat, resolusi dapat dikeluarkan dari Komite yurisdiksi, memaksakan pemungutan suara di lantai Senat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved