Ini Alasan Mengapa Butuh Waktu Lama Kembangkan Vaksin Covid-19
Minggu, 10 Mei 2020 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan, teknologi yang lebih baru sekarang juga memungkinkan kita untuk membuat vaksin yang tidak dibuat dari patogen yang lemah atau tidak aktif sama sekali, tetapi dari kode genetik yang disalin dari virus, yang dibuat di laboratorium. Namun, sejauh ini belum ada vaksin yang dibuat dengan cara ini.
Sementara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump optimis vaksin Covid-19 akan tersedia pada bulan November, namun sebagian besar ilmuwan akan setuju bahwa itu lebih mungkin memakan waktu 12 hingga 18 bulan.
Beberapa vaksinasi dapat memakan waktu hingga satu dekade atau lebih untuk disetujui dan dilisensikan untuk digunakan. Jadi, memproduksi vaksin dalam kurun waktu 18 bulan akan menjadi prestasi yang luar biasa.
"Salah satu alasan mengapa kita dapat mencapai target seperti itu adalah karena Covid-19 adalah bagian dari kelompok virus Corona, yang sudah banyak penelitian dilakukan. Pandemi sebelumnya yang melibatkan coronavirus termasuk Sars dan Mers," ungkapnya, seperti dilansir Al Jazeera.
"Dasar untuk vaksinasi kedua penyakit ini dimulai selama wabah mereka, tetapi begitu penyebarannya terkandung, ini kemudian dihentikan. Berkat sekuensing genom dari coronavirus baru yang disediakan oleh para ilmuwan di China, kami tahu bahwa virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 berbagi 79 persen dari materi genetik yang sama dengan SARS, dan 50 persen dari materi yang sama dengan MERS. Jadi, kami lakukan memiliki permulaan dalam menciptakan vaksin Covid-19," jelasnya.
Sementara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump optimis vaksin Covid-19 akan tersedia pada bulan November, namun sebagian besar ilmuwan akan setuju bahwa itu lebih mungkin memakan waktu 12 hingga 18 bulan.
Beberapa vaksinasi dapat memakan waktu hingga satu dekade atau lebih untuk disetujui dan dilisensikan untuk digunakan. Jadi, memproduksi vaksin dalam kurun waktu 18 bulan akan menjadi prestasi yang luar biasa.
"Salah satu alasan mengapa kita dapat mencapai target seperti itu adalah karena Covid-19 adalah bagian dari kelompok virus Corona, yang sudah banyak penelitian dilakukan. Pandemi sebelumnya yang melibatkan coronavirus termasuk Sars dan Mers," ungkapnya, seperti dilansir Al Jazeera.
"Dasar untuk vaksinasi kedua penyakit ini dimulai selama wabah mereka, tetapi begitu penyebarannya terkandung, ini kemudian dihentikan. Berkat sekuensing genom dari coronavirus baru yang disediakan oleh para ilmuwan di China, kami tahu bahwa virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 berbagi 79 persen dari materi genetik yang sama dengan SARS, dan 50 persen dari materi yang sama dengan MERS. Jadi, kami lakukan memiliki permulaan dalam menciptakan vaksin Covid-19," jelasnya.
Lihat Juga :