Ini Alasan Mengapa Butuh Waktu Lama Kembangkan Vaksin Covid-19

Minggu, 10 Mei 2020 - 23:55 WIB
loading...
A A A
Kayat menjelaskan, sebagian besar pengembang vaksin akan melakukan pengujian hewan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke uji coba manusia. Tapi, ada satu uji coba virus Corna di AS, uji coba Modern, yang telah melewati tahap pengujian hewan dan langsung menuju pengujian manusia dengan harapan hal ini dapat mempercepat proses pengembangan vaksin.

"Namun, bahkan ketika pengujian hewan dilewati, masih ada beberapa proses yang perlu diikuti dalam uji coba manusia. Pengembangan klinis vaksin dalam uji coba manusia biasanya memiliki tiga fase. Uji coba fase satu berskala kecil untuk menilai apakah vaksin tersebut aman bagi manusia," jelasnya.

Fase ini, menurut Kayat, biasanya melibatkan sekitar 100 peserta. Tidak ada jumlah waktu yang ditentukan untuk menyelesaikan setiap fase, tetapi biasanya fase pertama membutuhkan beberapa bulan. Uji coba fase dua lebih besar, sering melibatkan beberapa ratus subjek, dan terutama mengevaluasi kemanjuran vaksin terhadap penyakit. Fase ini dapat berlangsung mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun untuk banyak vaksin.

"Fase terakhir ada pada skala yang bahkan lebih besar dari ribuan orang, seringkali melintasi beberapa fasilitas medis. Fase ini juga menilai kemanjuran vaksin dalam memerangi penyakit selama periode waktu tertentu. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa tahun," ujar Kayat.

"Hanya setelah fase akhir inilah produsen dapat mengajukan lisensi, dari organisasi seperti European Medicines Agency jika produsen melakukan bisnis di Eropa - untuk memasarkan vaksin. Penelitian ini juga menjalani tinjauan oleh para ahli pada saat ini. Uji coba Moderna saat ini masih dalam tahap pertama, tetapi diperkirakan akan mencapai tahap kedua sekitar pertengahan tahun ini," sambungnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pria Ini Disuntik Vaksin...
Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 217 Kali, Ini yang Terjadi Padanya
Pionir Vaksin Covid-19...
Pionir Vaksin Covid-19 Raih Hadiah Nobel Kedokteran
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Jejak Panjang Pandemi...
Jejak Panjang Pandemi Covid-19: dari Muncul di Wuhan hingga Dinyatakan Berakhir
WHO: Covid-19 Sudah...
WHO: Covid-19 Sudah Berakhir
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Ini Alasan Mengapa Kita...
Ini Alasan Mengapa Kita Sering Merasa Lapar saat Musim Hujan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved