Ini Alasan Mengapa Butuh Waktu Lama Kembangkan Vaksin Covid-19

Minggu, 10 Mei 2020 - 23:55 WIB
loading...
Ini Alasan Mengapa Butuh...
Ilustrasi
A A A
LONDON - Sara Kayat, seorang praktisi di Layanan Kesehatan Nasional Inggris atau NSH mengatakan, dengan upaya terbaik dalam menjaga jarak dan mengisolasi diri secara sosial, masih ada lebih dari empat juta orang yang terinfeksi virus Corona jenis baru, Covid-19. Virus ini juga telah menewaskan lebih dari 280 ribu orang.

Keberhasilan jangka panjang, jelas Kayat, dalam bertahan dan menghalau pandemi ini akan bergantung, sebagian pada pengembangan vaksin melawan virus. Sekarang berbagai lembaga farmasi dan penelitian berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menciptakan vaksin Covid-19.

Pada 20 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa ada 44 kandidat vaksin Covid-19. Tetapi, para ilmuwan mengatakan perlu waktu sekitar 12 hingga 18 bulan untuk vaksin dikembangkan, disetujui dan siap untuk diproduksi secara massal.

Kayat menuturkan, vaksin bekerja dengan menghadirkan molekul-molekul tertentu, juga dikenal sebagai antigen patogen virus ke sistem kekebalan tubuh. Secara tradisional antigen ini dalam bentuk lemah atau tidak aktif, sehingga mereka tidak dapat benar-benar menyebabkan penyakit.

"Tetapi, sistem kekebalan tubuh kita kemudian dapat mengenali antigen sebagai penyerbu asing yang tidak diinginkan, dan membentuk antibodi, yang memungkinkannya untuk "mengingat" patogen seandainya ia mencoba menginfeksi Anda di masa depan. Antibodi yang telah Anda bangun kemudian akan menyerang patogen sebelum mampu membuat Anda tidak sehat, jika Anda terkena di masa depan," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pria Ini Disuntik Vaksin...
Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 217 Kali, Ini yang Terjadi Padanya
Pionir Vaksin Covid-19...
Pionir Vaksin Covid-19 Raih Hadiah Nobel Kedokteran
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Jejak Panjang Pandemi...
Jejak Panjang Pandemi Covid-19: dari Muncul di Wuhan hingga Dinyatakan Berakhir
WHO: Covid-19 Sudah...
WHO: Covid-19 Sudah Berakhir
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
3 Alasan Presiden Jokowi...
3 Alasan Presiden Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved