Inggris Berharap Bisa Luncurkan Vaksin Covid-19 Pfizer Sebelum Natal
Senin, 16 November 2020 - 21:50 WIB
loading...
Inggris mengharapkan untuk mulai meluncurkan vaksin Covid-19 Pfizer tepat sebelum Natal jika dinyatakan aman dan efektif. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Inggris mengharapkan untuk mulai meluncurkan vaksin Covid-19 Pfizer tepat sebelum Natal jika dinyatakan aman dan efektif. Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Prancis, Matt Hancock.
“Kami bekerja sangat erat dengan perusahaan. Kami akan siap meluncurkannya segera setelah datang, kami akan siap dari awal Desember, tetapi kemungkinan besar kami dapat mulai meluncurkannya sebelum Natal," ucap Hancock, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (16/11/2020).
Ketika ditanya berapa banyak vaksin yang dibutuhkan Inggris, dia mengatakan itu tergantung pada seberapa efektif mereka dalam mencegah penularan. ( Baca juga: Pertama di Dunia, Vaksin Covid-19 Pfizer Diklaim Beri Perlindungan 90% )
Secara terpisah, juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan bahwa Logindo mengharapkan 10 juta dosis vaksin tersedia pada akhir tahun jika regulator menyetujuinya.
Dia mengatakan bahwa Inggris sekarang telah memesan 40 juta dosis vaksin kandidat yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech, satu dari enam yang telah disetujui.
“Kami bekerja sangat erat dengan perusahaan. Kami akan siap meluncurkannya segera setelah datang, kami akan siap dari awal Desember, tetapi kemungkinan besar kami dapat mulai meluncurkannya sebelum Natal," ucap Hancock, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (16/11/2020).
Ketika ditanya berapa banyak vaksin yang dibutuhkan Inggris, dia mengatakan itu tergantung pada seberapa efektif mereka dalam mencegah penularan. ( Baca juga: Pertama di Dunia, Vaksin Covid-19 Pfizer Diklaim Beri Perlindungan 90% )
Secara terpisah, juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan bahwa Logindo mengharapkan 10 juta dosis vaksin tersedia pada akhir tahun jika regulator menyetujuinya.
Dia mengatakan bahwa Inggris sekarang telah memesan 40 juta dosis vaksin kandidat yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech, satu dari enam yang telah disetujui.
Lihat Juga :