SpaceX Luncurkan Empat Astronaut ke Stasiun Luar Angkasa
Senin, 16 November 2020 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
Rusia Tidak Terkesan
Tetapi kesuksesan SpaceX tidak berarti AS akan berhenti berhubungan dengan Rusia sama sekali. Demikian disampaikan Bridenstine.
"Kami ingin melakukan pertukaran kursi di mana astronaut Amerika dapat terbang dengan roket Soyuz Rusia dan kosmonot Rusia dapat terbang dengan kendaraan awak komersial," katanya, menjelaskan hal itu perlu jika salah satu program tidak berfungsi untuk jangka waktu tertentu.
Kenyataannya, bagaimanapun, adalah bahwa hubungan luar angkasa antara AS dan Rusia— salah satu dari sedikit titik terang dalam hubungan bilateral mereka—telah rusak dalam beberapa tahun terakhir, dan masih banyak yang tidak pasti.
Rusia mengatakan tidak akan menjadi mitra dalam program Artemis untuk kembali ke Bulan pada 2024, dan mengklaim misi yang dipimpin NASA itu terlalu berpusat pada AS.
Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia juga berulang kali mengejek teknologi SpaceX, dan musim panas ini mengumumkan Roscosmos akan membuat roket yang melampaui Musk.
Dia mengatakan kepada kantor berita negara Rusia bahwa dia tidak terkesan dengan pendaratan di air Crew Dragon, menyebutnya "agak kasar" dan mengatakan agensinya sedang mengembangkan roket metana yang dapat digunakan kembali 100 kali.
Tetapi kesuksesan SpaceX tidak berarti AS akan berhenti berhubungan dengan Rusia sama sekali. Demikian disampaikan Bridenstine.
"Kami ingin melakukan pertukaran kursi di mana astronaut Amerika dapat terbang dengan roket Soyuz Rusia dan kosmonot Rusia dapat terbang dengan kendaraan awak komersial," katanya, menjelaskan hal itu perlu jika salah satu program tidak berfungsi untuk jangka waktu tertentu.
Kenyataannya, bagaimanapun, adalah bahwa hubungan luar angkasa antara AS dan Rusia— salah satu dari sedikit titik terang dalam hubungan bilateral mereka—telah rusak dalam beberapa tahun terakhir, dan masih banyak yang tidak pasti.
Rusia mengatakan tidak akan menjadi mitra dalam program Artemis untuk kembali ke Bulan pada 2024, dan mengklaim misi yang dipimpin NASA itu terlalu berpusat pada AS.
Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia juga berulang kali mengejek teknologi SpaceX, dan musim panas ini mengumumkan Roscosmos akan membuat roket yang melampaui Musk.
Dia mengatakan kepada kantor berita negara Rusia bahwa dia tidak terkesan dengan pendaratan di air Crew Dragon, menyebutnya "agak kasar" dan mengatakan agensinya sedang mengembangkan roket metana yang dapat digunakan kembali 100 kali.
(min)
Lihat Juga :