Volkswagen: Tak Ada Kerja Paksa di Pabrik Xinjiang
Jum'at, 13 November 2020 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Volkswagen didirikan oleh Partai Nazi Jerman yang berkuasa pada 1937 dan menggunakan kerja paksa, termasuk para tahanan kamp konsentrasi, di pabriknya selama Perang Dunia II. (Lihat Infografis: KTT ASEAN Digelar di Tengah Pergolakan Kekuatan Global)
Namun dalam wawancara dengan BBC di Beijing, CEO Volkswagen di China, Stephan Wollenstein, membela kehadiran Volkswagen di ibu kota Xinjiang, Urumqi, China. (Lihat Video: Badai Topan Vamco Terjang Filipina, 32 Desa Terendam Banjir)
Di Xinjiang, Volkswagen menjalankan pabrik dengan 600 pekerja, memproduksi hingga 20.000 mobil per tahun.
"Apa yang terjadi di masa Nazi adalah sesuatu yang terjadi di pabrik kami di mana kami melakukan kerja paksa, orang-orang yang memproduksi mobil Volkswagen," ungkap dia mengakui sejarah masa lalu.
"Ini tentu saja situasi yang tidak dapat diterima. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa tidak ada tempat produksi kami yang memiliki kerja paksa, dan ini adalah sesuatu yang secara khusus kami periksa di Urumqi dan saya jamin, kami tidak memiliki kerja paksa," papar dia.
Namun dalam wawancara dengan BBC di Beijing, CEO Volkswagen di China, Stephan Wollenstein, membela kehadiran Volkswagen di ibu kota Xinjiang, Urumqi, China. (Lihat Video: Badai Topan Vamco Terjang Filipina, 32 Desa Terendam Banjir)
Di Xinjiang, Volkswagen menjalankan pabrik dengan 600 pekerja, memproduksi hingga 20.000 mobil per tahun.
"Apa yang terjadi di masa Nazi adalah sesuatu yang terjadi di pabrik kami di mana kami melakukan kerja paksa, orang-orang yang memproduksi mobil Volkswagen," ungkap dia mengakui sejarah masa lalu.
"Ini tentu saja situasi yang tidak dapat diterima. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa tidak ada tempat produksi kami yang memiliki kerja paksa, dan ini adalah sesuatu yang secara khusus kami periksa di Urumqi dan saya jamin, kami tidak memiliki kerja paksa," papar dia.
Lihat Juga :