Volkswagen: Tak Ada Kerja Paksa di Pabrik Xinjiang
Jum'at, 13 November 2020 - 19:47 WIB
loading...
Pabrik di Urumqi, Xinjiang, memproduksi 20.000 mobil per tahun. Foto/BBC
A
A
A
BEIJING - Volkswagen membela keputusannya terus mengoperasikan pabrik mobil di Xinjiang, China . Xinjiang diduga menjadi tempat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) skala besar oleh otoritas China.
Ratusan ribu warga etnis Uighur dan minoritas lainnya diduga ditahan di kamp-kamp atau digunakan sebagai tenaga kerja paksa di pabrik-pabrik.
Tuduhan itu menyebabkan beberapa perusahaan multinasional memutuskan hubungan dengan Xinjiang, meskipun China bersikeras bahwa klaim tersebut tidak benar.
Pengkritik Volkswagen berpendapat bahwa perusahaan memiliki kewajiban moral tertentu untuk tidak terlibat dalam praktik semacam itu karena sejarahnya. (Baca Juga: China Akhirnya Beri Ucapan Selamat pada Biden dan Harris)
Ratusan ribu warga etnis Uighur dan minoritas lainnya diduga ditahan di kamp-kamp atau digunakan sebagai tenaga kerja paksa di pabrik-pabrik.
Tuduhan itu menyebabkan beberapa perusahaan multinasional memutuskan hubungan dengan Xinjiang, meskipun China bersikeras bahwa klaim tersebut tidak benar.
Pengkritik Volkswagen berpendapat bahwa perusahaan memiliki kewajiban moral tertentu untuk tidak terlibat dalam praktik semacam itu karena sejarahnya. (Baca Juga: China Akhirnya Beri Ucapan Selamat pada Biden dan Harris)

Lihat Juga :