Paus Francis Beri Ucapan Selamat kepada Biden
Jum'at, 13 November 2020 - 04:43 WIB
loading...
Paus Francis memberika ucapan selamat kepada presiden AS terpilih Joe Biden. Foto/SCMP
A
A
A
WILMINGTON - Paus Francis memberikan "berkat dan selamat" kepada Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden dalam panggilan telepon. Paus Francis berusaha untuk membangun kembali hubungan dengan Washington setelah empat tahun hubungan yang terkadang kontroversial dengan Presiden Donald Trump .
Percakapan tersebut diumumkan oleh tim transisi Biden, yang akan menjadi presiden Katolik Roma kedua dalam sejarah AS ketika ia memasuki Gedung Putih pada 20 Januari nanti. Trump sendiri belum menyerah dan sedang mengejar tantangan hukum.(Baca juga: Trump-Biden Terlibat Perang Hukum Soal Kemenangan Pilpres )
"Presiden terpilih berterima kasih kepada Yang Mulia karena memberikan berkat dan selamat dan mencatat penghargaannya atas kepemimpinan Yang Mulia dalam mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, dan ikatan bersama umat manusia di seluruh dunia," kata tim transisi Biden dalam sebuah pernyataan.
“(Biden) mengungkapkan keinginannya untuk bekerja sama atas dasar kepercayaan bersama pada martabat dan kesetaraan semua umat manusia dalam berbagai masalah seperti merawat yang terpinggirkan dan yang miskin, mengatasi krisis perubahan iklim, dan menyambut serta mengintegrasikan imigran dan pengungsi ke dalam komunitas kami,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/11/2020).
Paus Francis telah berselisih dengan Trump tentang sejumlah masalah, termasuk China, perubahan iklim, Kuba dan imigrasi.(Baca juga: Transisi Kekuasaan Terganggu, Ekonomi AS Terancam )
Pada Februari 2016, ketika Trump dari Partai Republik masih menjadi calon presiden, Paus Francis mengkritik janjinya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko, dengan mengatakan bahwa seorang pria yang ingin membangun tembok adalah "bukan seorang Kristiani".
Percakapan tersebut diumumkan oleh tim transisi Biden, yang akan menjadi presiden Katolik Roma kedua dalam sejarah AS ketika ia memasuki Gedung Putih pada 20 Januari nanti. Trump sendiri belum menyerah dan sedang mengejar tantangan hukum.(Baca juga: Trump-Biden Terlibat Perang Hukum Soal Kemenangan Pilpres )
"Presiden terpilih berterima kasih kepada Yang Mulia karena memberikan berkat dan selamat dan mencatat penghargaannya atas kepemimpinan Yang Mulia dalam mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, dan ikatan bersama umat manusia di seluruh dunia," kata tim transisi Biden dalam sebuah pernyataan.
“(Biden) mengungkapkan keinginannya untuk bekerja sama atas dasar kepercayaan bersama pada martabat dan kesetaraan semua umat manusia dalam berbagai masalah seperti merawat yang terpinggirkan dan yang miskin, mengatasi krisis perubahan iklim, dan menyambut serta mengintegrasikan imigran dan pengungsi ke dalam komunitas kami,” sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/11/2020).
Paus Francis telah berselisih dengan Trump tentang sejumlah masalah, termasuk China, perubahan iklim, Kuba dan imigrasi.(Baca juga: Transisi Kekuasaan Terganggu, Ekonomi AS Terancam )
Pada Februari 2016, ketika Trump dari Partai Republik masih menjadi calon presiden, Paus Francis mengkritik janjinya untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko, dengan mengatakan bahwa seorang pria yang ingin membangun tembok adalah "bukan seorang Kristiani".
Lihat Juga :