Transisi Kekuasaan Terganggu, Ekonomi AS Terancam

Kamis, 12 November 2020 - 11:15 WIB
loading...
Transisi Kekuasaan Terganggu,...
Pendukung Presiden AS Donald Trump melakukan protes di luar Gedung Mahkamah Agung AS di Washington, Amerika Serikat, kemarin. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Langkah Presiden Donald Trump menghalangi transisi yang damai dan lancar kepada presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan berimbas buruk pada ekonomi dan keamanan Negeri Paman Sam. Upaya cepat dan tanggap pemerintahan Biden mendatang pun akan terganggu.

Apalagi pemerintahan federal AS merupakan organisasi paling kompleks di bumi dengan anggaran USD5 triliun, beserta empat juta pegawai termasuk tentara. Dua juta pegawai negeri yang mengoperasikan berbagai unit departemen dan 4.000 pejabat yang ditunjuk sebagai politis. Untuk itu, diperluikan operasi besar-besaran agar tim transisi bisa bekerja dan memerlukan waktu yang panjang. (Baca: Amalan Doa Agar Rezeki Melimpah Ruah)

Ketika proses transisi, maka diperlukan upaya pemahaman dan pendalaman terhadap 100 lembaga pemerintahan federal baik besar maupun kecil untuk mengetahui permasalahan dan peranannya. Selanjutnya, adalah upaya penunjukan 4.000 pejabat secara politik dan 1.200 di antaranya harus mendapatkan konfirmasi dari Senat.

"Kerja sama dalam pemerintahan transisi sangat diperlukan, terutama bersifat nonpartisan demi kepentingan rakyat AS," kata Max Stier, Direktur Partnership for Public Service, lembaga nonpartisan yang mematau Transisi Kepresidenan AS, dilansir CNN. "Tim transisi Biden seharusnya mendapatkan akses berbagai sumber untuk pemerintahan mendatang," imbuhnya.

General Service Administration (GSA) sebenarnya memiliki tugas untuk membantu proses transisi pemerintahan. Ketua GSA Emily Murphy dikenal sebagai orang yang serius. Namun, GSA juga ditekan Presiden Trump yang menolak transisi bergerak mulus. "Hanya saja, tim Biden perlu menyiapkan diri untuk memimpin negara ini," kata Stier. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
AS Akan Gunakan Aset-Aset...
AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?
Rekomendasi
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved