Para Anggota Parlemen Pro-Demokrasi Hong Kong Mengancam Mundur

Kamis, 12 November 2020 - 08:32 WIB
loading...
Para Anggota Parlemen...
Para anggota parlemen dari kubu oposisi Hong Kong. Foto/REUTERS
A A A
HONG KONG - Para anggota parlemen dari kubu pro-demokrasi Hong Kong mengancam mundur untuk memprotes pengusiran empat teman mereka dari majelis kota itu.

Pengusiran dilakukan setelah China memberi otoritas wewenang baru untuk melawan para pengkritik.

Parlemen China sebelumnya mengadopsi resolusi yang memungkinkan eksekutif mengusir anggota parlemen yang dianggap mendukung kemerdekaan Hong Kong, berkolusi dengan pasukan asing atau mengancam keamanan nasional, tanpa harus melalui pengadilan.

Tak lama kemudian, pemerintah kota Hong Kong mengumumkan diskualifikasi empat anggota majelis yang sebelumnya dilarang mencalonkan diri kembali. Pihak berwenang menganggap janji setia empat orang itu kepada Hong Kong tidak tulus. (Baca Juga: China Desak AS Berhenti Campur Tangan di Hong Kong)

Langkah tersebut meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut di Barat tentang tingkat otonomi Hong Kong, yang dijanjikan dengan formula "satu negara, dua sistem" saat Inggris mengakhiri pemerintahan kolonialnya dan mengembalikan Hong Kong ke China pada 1997. (Lihat Infografis: 4 Hal Ini Bisa Dilakukan Trump Setelah Lengser Presiden)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Dominic Raab mengatakan pengusiran keempat anggota parlemen tersebut merupakan serangan terhadap kebebasan Hong Kong seperti diatur dalam Deklarasi Bersama Inggris-China. (Lihat Video: Ledakan Terjadi di Pemakaman Kota Jeddah, 2 Orang Terluka)

"Kampanye untuk melecehkan, melumpuhkan, dan mendiskualifikasi oposisi demokratis ini menodai reputasi internasional China dan merusak stabilitas jangka panjang Hong Kong," ungkap Raab.

Pada konferensi pers di Hong Kong yang dimulai dengan semua anggota parlemen oposisi bergandengan tangan, ketua Partai Demokrat Wuu Chi-Wai berkata, “Kami tidak dapat lagi memberitahu dunia bahwa kami masih memiliki 'satu negara, dua sistem,’ ini mendeklarasikan kematian resminya. ”

Anggota oposisi dari majelis Hong Kong, semua bagian dari pengawal tua yang moderat dari Demokrat, mengatakan bahwa mereka telah mencoba melawan apa yang dilihat banyak orang di Hong Kong sebagai tindakan Beijing merampas kebebasan.

"Misi saya sebagai legislator untuk memperjuangkan demokrasi dan kebebasan tidak dapat dilanjutkan, tetapi saya pasti akan ikut jika orang-orang Hong Kong terus memperjuangkan nilai-nilai inti Hong Kong," ujar salah satu anggota parlemen yang didiskualifikasi, Kwok Ka-Ki, kepada wartawan.

China membantah mengekang hak dan kebebasan di pusat keuangan global tersebut. Namun pihak berwenang di Hong Kong dan Beijing telah bergerak cepat membungkam perbedaan pendapat setelah protes anti-pemerintah berkobar pada Juni tahun lalu dan menjerumuskan kota itu ke dalam krisis.

Pemerintah kota mengatakan dalam pernyataan bahwa empat anggota parlemen yakni Kwok, Alvin Yeung, Dennis Kwok dan Kenneth Leung, dikeluarkan dari majelis karena membahayakan keamanan nasional.

Pemimpin Hong Kong yang didukung Beijing, Carrie Lam, kemudian mengatakan dalam pengarahan bahwa dia menyambut beragam pendapat di badan legislatif yang memiliki 70 kursi, tetapi undang-undang harus diterapkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Hong Kong Hukum Bos...
Hong Kong Hukum Bos Apple Daily Jimmy Lai 20 Tahun Penjara, Kritiknya Dicap Kolusi dengan Asing
PM Jepang Takaichi Bubarkan...
PM Jepang Takaichi Bubarkan Parlemen, Buka Jalan untuk Pemilu Mendadak
Hong Kong Naik ke Posisi...
Hong Kong Naik ke Posisi 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia 2026
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Berita Terkini
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved