PM Jepang Takaichi Bubarkan Parlemen, Buka Jalan untuk Pemilu Mendadak

Jum'at, 23 Januari 2026 - 17:56 WIB
loading...
PM Jepang Takaichi Bubarkan...
Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi. Foto/asahi
A A A
TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi membubarkan parlemen menjelang pemilu mendadak yang dijadwalkan pada 8 Februari. Ketua parlemen Jepang pada hari Jumat (23/1/2026) membacakan surat, secara resmi membubarkan majelis rendah sementara para anggota parlemen meneriakkan seruan tradisional "banzai".

Pembubaran majelis rendah yang beranggotakan 465 orang ini membuka jalan bagi kampanye pemilu selama 12 hari, yang secara resmi dimulai pada hari Selasa. Takaichi, perdana menteri wanita pertama di negara itu, telah mengumumkan niatnya pada hari Senin untuk mengadakan pemilu.

Terpilih pada bulan Oktober sebagai pemimpin wanita pertama Jepang, Takaichi baru menjabat selama tiga bulan, tetapi ia telah melihat peringkat persetujuan yang kuat sekitar 70%. Ia berharap dapat memanfaatkan popularitas pribadinya untuk membantu partai yang berkuasa mendapatkan kembali dukungan publik setelah kehilangan dukungan publik yang besar dalam beberapa tahun terakhir.

Koalisi pemerintahan Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi dan Partai Inovasi Jepang (JIP) hanya memiliki mayoritas tipis di majelis rendah yang berpengaruh. “Tidak jelas apakah dukungan publik yang tinggi untuk kabinet Takaichi akan benar-benar mengarah pada dukungan untuk LDP,” ungkap Hidehiro Yamamoto, profesor ilmu politik di Universitas Tsukuba.

“Yang dikhawatirkan publik adalah langkah-langkah untuk mengatasi inflasi,” katanya kepada kantor berita AFP. Lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, mengatakan isu-isu pemilihan utama untuk kampanye ini adalah mengatasi kenaikan harga bagi konsumen serta isu-isu keamanan di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved