Ribuan Pesepeda Protes Pembatasan Virus Corona oleh Pemerintah Slovenia

Minggu, 10 Mei 2020 - 06:01 WIB
loading...
Ribuan Pesepeda Protes...
Ribuan pesepeda turun ke jalanan di pusat ibu kota Slovenia, Ljubljana. Foto/REUTERS
A A A
LJUBLJANA - Ribuan pesepeda turun ke jalanan di pusat ibu kota Slovenia, Ljubljana, pada Jumat (9/5) sore untuk menolak pemerintahan Perdana Menteri (PM) Janez Jansa.

Mereka juga menolak pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona. Peserta protes membunyikan bel dan klakson sambil meneriakkan “pencuri, pencuri”.

Pengunjuk rasa menuduh pemerintah korupsi dalam pembelian masker wajbah dan ventilator, seperti dilaporkan TV Slovenia bulan lalu.

Pemerintah menyangkal tuduhan itu. Pemerintahan sayap kanan-tengah kini berkuasa setelah pemerintahan kiri-tengah mengundurkan diri karena kurang dukungan di parlemen.

Unjuk rasa yang digelar sejumlah kelompok civil society itu merupakan yang terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Pesepeda juga menggelar unjuk rasa lebih kecil di Maribor, kota terbesar kedua di Slovenia.

Para pesepeda membawa bendera Slovenia dan spanduk bertuliskan “Naikkan gaji pekerja”, “Hati-hati, pemerintah jatuh”, dan “Lebih kuat bersama”.

Sebagian besar demonstran memakai masker wajah. “Saya ingin pemerintah pergi. Mereka mengambil masa depan kami,” ungkap seorang demonstran.

Polisi memblokir gedung parlemen dan satu helikopter polisi terbang di atas para peserta unjuk rasa.

“Kami meminta orang-orang menghormati perintah yang bertujuan melindungi kesehatan publik,” papar pernyataan kepolisian.

Kepolisian tidak memberikan perkiraan jumlah pengunjuk rasa tapi menyatakan aksi berjalan damai.

Slovenia menerapkan lockdown pada pertengahan Maret. Sejauh ini ada 1.450 kasus virus corona dan 100 orang meninggal akibat wabah itu.

Pemerintah mulai mencabut pembatasan pada 20 April saat pusat service mobil dan beberapa toko dibuka lagi. Bar dan restoran diizinkan menyajikan makanan di luar ruangan sejak awal pekan ini.

Pekan depan, transportasi publik akan kembali beroperasi secara bertahap dan beberapa murid akan kembali ke sekolah pada 18 Mei.

Warga masih memakai masker di tempat publik dalam ruangan dan berdiri dengan jarak 1,5 meter di tempat publik manapun. (Baca Juga: HRW: Otoritas Arab Saudi Menahan Pangeran Faisal bin Abdullah)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slovenia Larang Netanyahu...
Slovenia Larang Netanyahu Masuk Negaranya, Sebut Surat Perintah Penangkapan ICC
Slovenia Jadi Anggota...
Slovenia Jadi Anggota Uni Eropa Pertama yang Melarang Ekspor Senjata ke Israel
Slovenia Peringatkan...
Slovenia Peringatkan Uni Eropa jika Tak Ambil Langkah Kemanusiaan di Gaza
Agama Warga Negara Slovenia...
Agama Warga Negara Slovenia dan Persentasenya
Giliran Slovenia Akan...
Giliran Slovenia Akan Akui Palestina sebagai Negara Merdeka dan Berdaulat
Alasan 4 Negara Eropa...
Alasan 4 Negara Eropa Ini Ingin Mengakui Negara Palestina
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Efisiensi Anggaran,...
Efisiensi Anggaran, BGN Hentikan Sementara MBG saat Libur Sekolah 22 Juni-13 Juli 2026
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Berita Terkini
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Infografis
Terinspirasi Perang...
Terinspirasi Perang Revolusi AS, Ribuan Demonstran Turun ke Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved