Dunia Berduka, Ketua Negosiator Palestina Saeb Erekat Meninggal Dunia

Selasa, 10 November 2020 - 17:18 WIB
loading...
Dunia Berduka, Ketua...
Ketua Negosiator Palestina, Saeb Erekat, meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona. Foto/TRT
A A A
YERUSALEM - Para pemimpin dan aktivis di seluruh dunia menyampaikan ucapan belasungkawa setelah Ketua negosiator Palestina , Saeb Erekat , meninggal dunia akibat virus Corona baru pada Selasa (10/11/2020).

Kepala negosiator dalam pembicaraan damai dengan Israel yang ditengahi Amerika Serikat (AS) yang runtuh pada tahun 2014 dirawat di Hadassah-University Medical Center di Ein Kerem Yerusalem sejak kondisi medisnya memburuk pada pertengahan Oktober setelah didiagnosis Covid-19 .(Baca juga: Terkena Covid-19, Sekjen PLO Saeb Erekat dalam Kondisi Kritis )

Selain sebagai ketua negosiator pembicaraan damai Palestina, Erekat (65) juga sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan anggota faksi paling kuatnya, Fatah.

Mantan utusan AS Jason Greenblatt menyampaikan ucapan belasungkawanya kepada keluarga Erekat.(Baca juga: Palestina: Trump Paksa Negara-negara Pindahkan Kedubes ke Yerusalem )

"Saeb & Saya adalah dunia yang terpisah dalam pandangan kami tentang konflik Israel-Palestina, itu sejarah & bagaimana menyelesaikannya. Tapi dia berusaha keras untuk mewakili rakyatnya," cuit Greenblatt.

"Semoga keluarganya mendapatkan kenyamanan/kekuatan selama masa sulit ini," imbuhnya seperti dilansir dari Jerusalem Post.

Ketua Daftar Gabungan Ayman Odeh juga menanggapi meninggalnya Erekat.



"Saeb tidak akan bisa melihat rakyatnya dibebaskan dari belenggu pendudukan, tetapi generasi Palestina akan tetap mengingatnya sebagai salah satu raksasa yang mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan mereka," cuitnya.

Mantan politisi Israel Yossi Beilin dan anggota Inisiatif Jenewa lainnya, sebuah organisasi yang mempromosikan kesepakatan dua negara antara Israel dan Palestina berdasarkan draf kesepakatan tahun 2003 yang dicapai oleh mantan pejabat senior di kedua belah pihak, memuji Erekat.

"Saeb percaya pada wacana tersebut, tidak pernah terlibat dalam kekerasan, dan bahkan berusaha untuk mendirikan negaranya bersama Negara Israel, dalam semangat Inisiatif Jenewa. Dia mendidik anak-anaknya dengan damai dan memastikan untuk mengirim mereka ke kamp musim panas dengan anak-anak Israel," ucapnya.

"Selalu tidak mudah untuk mendengar pandangannya tetapi dia selalu memperhatikan pendapat lain. Dalam beberapa tahun terakhir, dia merasa putus asa dengan kepemimpinan Israel, tetapi tidak kehilangan harapan untuk perubahan. Baginya, perubahan akan datang terlambat," imbuhnya.

"Terobosan yang dia capai selama negosiasi akan menjadi bagian dari kesepakatan di masa depan dan akan menjadi kenangan abadi atas kontribusinya untuk masa depan yang lebih baik bagi kedua bangsa," kata Beilin.

"Kematian Saeb Erekat adalah hari yang menyedihkan bagi semua pendukung perdamaian di Israel dan Otoritas Palestina," kata LSM sayap kiri Israel, Peace Now, menanggapi wafatnya Erekat.

"Erekat, 'manusia perdamaian', adalah bagian dari setiap proses antara Israel dan PA (Otoritas Palesina) serta berjuang untuk membangun kepercayaan nyata antara Israel dan Palestina hingga hari terakhirnya. Kami akan mengingat dedikasinya pada visi perdamaian dan dua negara," sambung LSM itu.

"Selama orang-orang seperti Erekat menjangkau kami untuk perdamaian, adalah tugas kami untuk terus bekerja kembali ke meja perundingan," kata Peace Now.

Namun sikap berkebalikan ditunjukkan kepala organisasi sayap kanan Lehava, Rabbi Bentzi Gopstein, yang mengungkapkan kegembiraan atas meninggalnya Erekat.

"Bersukacitalah atas hilangnya orang jahat. Baik untuk memulai hari dengan pesan tentang kematian seorang teroris yang mendanai dan mendukung pembunuhan orang Yahudi selama bertahun-tahun. Berita serupa segera diharapkan tentang Abu Mazen (Presiden Palestina Mahmoud Abbas), dan semua musuh Israel," katanya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved