Pencuri Gasak Barang Mewah Putri Saudi Senilai Rp9,9 Miliar
Sabtu, 07 November 2020 - 19:22 WIB
loading...
Pencuri berhasil menggasak sejumlah barang mewah, diantaranya tas, milik putri Arab Saudi di Paris. Foto/ilustrasi
A
A
A
PARIS - Pencuri berhasil menggasak sejumlah marah mewah senilai Rp9,9 miliar dari sebuah apartemen milik seorang putri Arab Saudi di Paris, Prancis .
Putri berusia 47 tahun itu diketahui tidak mengunjungi apartemen itu sejak Agustut lalu. Namun alangkah terkejutnya ia saat kembali apartemen itu menemukan sejumlah tas, jam tangan, perhiasan dan mantel bulunya hilang, kata sumber yang mengetahui hal tersebut.
Barang-barang mewah yang raib itu termasuk 30 tas Hermes, masing-masing bernilai antara Rp170 juta dan Rp369 juta, jam tangan Cartier, perhiasan, dan beberapa mantel bulu.
Sang putri, yang namanya dirahasiakan, telah dibawa ke rumah sakit karena terkejut dan belum berbicara dengan polisi seperti dilansir dari Middle East Eye, Sabtu (7/11/2020).(Baca juga: Putri Saudi Memohon pada Raja Salman agar Dibebaskan dari Penjara )
Para pencuri tampaknya telah memasuki apartemen yang terletak di dekat Avenue George V yang bergengsi di jantung Ibu Kota Prancis tanpa menggunakan kekerasan, kata sumber itu.
Putri berusia 47 tahun itu diketahui tidak mengunjungi apartemen itu sejak Agustut lalu. Namun alangkah terkejutnya ia saat kembali apartemen itu menemukan sejumlah tas, jam tangan, perhiasan dan mantel bulunya hilang, kata sumber yang mengetahui hal tersebut.
Barang-barang mewah yang raib itu termasuk 30 tas Hermes, masing-masing bernilai antara Rp170 juta dan Rp369 juta, jam tangan Cartier, perhiasan, dan beberapa mantel bulu.
Sang putri, yang namanya dirahasiakan, telah dibawa ke rumah sakit karena terkejut dan belum berbicara dengan polisi seperti dilansir dari Middle East Eye, Sabtu (7/11/2020).(Baca juga: Putri Saudi Memohon pada Raja Salman agar Dibebaskan dari Penjara )
Para pencuri tampaknya telah memasuki apartemen yang terletak di dekat Avenue George V yang bergengsi di jantung Ibu Kota Prancis tanpa menggunakan kekerasan, kata sumber itu.
Lihat Juga :