China Dilaporkan Tengah Membuat Pesawat Siluman Baru

Jum'at, 06 November 2020 - 17:01 WIB
loading...
China Dilaporkan Tengah...
China dilaporkan tengah mengembangkan pesawat tempur siluman baru yang diduga adalah hasil pengembangan proyek pesawat lama FC-31. Foto/Navy Recognition
A A A
BEIJING - China dilaporkan tengah mengembangkan pesawat tempur siluman baru . Pesawattempurbaru, yang sedang dikembangkan oleh Institut Penelitian dan Desain Pesawat Shenyang, bisa menjadi desain clean-sheet. Atau mungkin pengembangan dari FC-31 lama, pesawat tempur siluman yang dioptimalkan untuk ekspor yang belum mendapatkan satu pesanan pun.

Shenyang dan departemen militer AVIC Manufacturing Technology Institute pada tahun 2018 bersama-sama membentuk tim dengan nama sandi "J.J.". Tim ini bertujuan mengembangkan pesawat tempur tipe baru, Global Times melaporkan, mengutip artikel yang diterbitkan perusahaan di platform media sosial WeChat.

“Proyek pengembangan bersama pertama kali direncanakan pada Juni 2018 dan dimulai dengan upacara pembukaan pada September 2018,” lapor Global Times.

“J.J. tim mengirimkan ilustrasi benda uji pada November 2019," menurut artikel itu yang disitir National Interest, Jumat (6/11/2020).



Tim gabungan tersebut dilaporkan sedang fokus pada pengembangan inlet mesin berbentuk S yang melengkung. Lubang masuk yang melengkung dapat menghalangi turbin mesin dari pandangan, sehingga mengurangi tanda radar pesawat. Tetapi lubang masuk berbentuk S sulit untuk dirancang dan diintegrasikan.

Pesawat tempur siluman operasional pertama China, J-20 bermesin ganda, mulai beroperasi pada tahun 2019. Sekitar 15 pesawat itu sudah beroperasi dengan satu resimen garis depan, menurut penghitungan tidak resmi. Sementara Beijing secara khusus menugaskan J-20 dari pabrikan Chengdu, FC-31 adalah proyek yang sangat pribadi yang diharapkan Shenyang akan menghasilkan pesanan domestik atau asing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Usai Paksa Israel Setop...
Usai Paksa Israel Setop Serang Iran, Trump Klaim Perundingan Damai Bisa Diteken dalam 3 Hari
Rekomendasi
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved