China Larang Masuk Pengunjung asal Inggris dan Belgia karena Covid-19

Kamis, 05 November 2020 - 14:04 WIB
loading...
China Larang Masuk Pengunjung...
Para penumpang kereta mengenakan masker untuk pencegahan penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Shanghai, China. Foto/REUTERS/Aly Song
A A A
BEIJING - China telah melarang masuk pengunjung asal Inggris dan Belgia. Alasannya, untuk melindungi warganya dari kebangkitan virus corona baru (Covid-19) di dua negara Eropa tersebut.

Covid-19 pertama kali muncul di China tengah akhir tahun lalu, tetapi Beijing sebagian besar telah mengendalikan wabahnya sendiri melalui pembatasan perjalanan yang ketat dan langkah-langkah kesehatan yang ketat bagi siapa pun yang memasuki negara itu.

Pada bulan Maret, ketika virus menyebar ke seluruh dunia, China menutup perbatasannya untuk semua warga negara asing. (Baca: Hasil Electoral Votes Pilpres AS: Biden 264, Trump 214 )

Negara itu secara bertahap mencabut pembatasan guna memungkinkan mereka yang terdampar di luar negeri untuk kembali dengan izin khusus dari kedutaan besarnya, tes Covid-19 negatif dan karantina dua minggu pada saat kedatangan.

Tetapi ketika wabah itu sekali lagi melanda seluruh Eropa, kedutaan besar China di Inggris mengatakan; "Beijing telah memutuskan untuk sementara waktu menangguhkan (izin) masuk ke China untuk warga negara non-China".

"Penangguhan adalah tanggapan sementara yang diperlukan oleh situasi Covid-19 saat ini," kata keduataan tersebut, seperti dikutip AFP, Kamis (5/11/2020). (Baca: Jika Biden Menang di Nevada, Selesai Sudah Pilpres AS )

Situs web kedutaan besar China di Belgia mengumumkan larangan serupa terhadap pelancong sebagai upaya terakhir dalam menanggapi pandemi saat ini.

Inggris dan Belgia saat ini menjadi dua negara paling terpukul oleh pandemi Covid-19. Kementerian Luar Negeri China belum mengeluarkan pernyaataan resmi soal kebijakan travel ban tersebut.

Inggris, salah satu negara yang paling terpukul di dunia dengan hampir 48.000 kematian terkait dengan virus corona dan lebih dari 1 juta kasus infeksi, telah memasuki penguncian nasional baru untuk mengekang penyebaran pandemi.

Belgia, yang memiliki kasus infeksi Covid-19 terbanyak per kapita di dunia, telah diisolasi sejak pekan lalu.

Situs web kedutaan besar China di negara-negara Eropa lainnya tidak mengeluarkan pemberitahuan serupa pada Kamis pagi, dan warga negara Eropa selain Inggris dan Belgia yang memperoleh visa dapat melakukan perjalanan ke China dengan tunduk pada persyaratan.

Beijing baru-baru ini memperketat persyaratan untuk pelancong dari beberapa negara, membuat masuknya jauh lebih sulit.

Persyaratan ini termasuk menunjukkan sertifikat kesehatan dari kedutaan China setempat yang menunjukkan hasil tes asam nukleat dan tes antibodi dalam waktu 48 jam perjalanan.

Aturan baru berlaku untuk pelancong dari negara-negara termasuk Prancis, India, Singapura, Kanada, Jerman, Pakistan, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

Persyaratan masuk dua tes yang ketat dan kerangka waktu yang singkat telah memicu keluhan.

Kamar Dagang Eropa di China mengatakan tindakan tersebut adalah "larangan de facto bagi siapa pun yang mencoba kembali ke kehidupan, pekerjaan, dan keluarga mereka di China".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
Militer Rusia, Iran,...
Militer Rusia, Iran, dan China Jauh Tinggalkan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved