Prancis Bubarkan Grup Diaspora Turki ‘Grey Wolves’

Selasa, 03 November 2020 - 05:05 WIB
loading...
Prancis Bubarkan Grup...
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin. Foto/Anadolu
A A A
PARIS - Prancis mengumumkan grup nasionalis Turki yang disebut "Grey Wolves" akan segera menjadi organisasi yang dilarang di negara Eropa itu.

“Dewan Makan membuat keputusan ini dalam rapat pada Rabu,” ungkap Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin pada Komisi Hukum Majelis Nasional, menurut media lokal.

Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Prancis dan Turki dalam beberapa bulan terakhir.



Disebut dalam bahasa Turki sebagai Ulku Ocaklari, kelompok ini sering disebut sebagai Serigala Abu-abu di media Prancis. (Baca Juga: Macron Sebut Posisinya Bukan Mendukung Konten Kartun)

Grup ini menyatukan berbagai asosiasi lokal di seluruh negeri untuk mempromosikan bahasa dan budaya Turki, serta mengatur kegiatan sosial untuk memperkuat solidaritas di antara anggota komunitas Turki di Prancis. (Lihat Infografis: Lebih Difavoritkan Dunia, Berikut Profil Joe Biden)

Di situsnya, kelompok itu mengatakan menolak segala macam ekstremisme dan mempromosikan proyek sosial untuk integrasi diaspora Turki ke dalam masyarakat Prancis. (Lihat Video: Debat Calon Presiden AS, Trump vs Biden Panas Sejak Awal)

Dalam beberapa pekan terakhir, anggota kelompok itu mengorganisir demonstrasi damai yang memprotes serangan militer Armenia terhadap Azerbaijan dan pendudukan ilegal di Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh.

Pemerintah Prancis dalam perang di Karabakh Atas mendukung Armenia. Adapun Turki mendukung Azerbaijan dalam perang tersebut.

Turki menjadi salah satu pengkritik utama pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penerbitan kartun yang dianggap menghina Nabi Muhammad.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Presiden Emmanuel Macron...
Presiden Emmanuel Macron dan Istri Nonton Konser BTS di Paris, Penggemar Heboh
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved