Macron Sebut Posisinya Bukan Mendukung Konten Kartun
Senin, 02 November 2020 - 12:15 WIB
loading...
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku dirinya memahami kemarahan umat Muslim yang dikejutkan oleh kartun Nabi Muhammad. Foto/Reuters
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku dirinya memahami kemarahan umat Muslim yang dikejutkan oleh kartun Nabi Muhammad. Namun, dia mengatakan dirinya tidak pernah bisa menerima pembenaran atas tindakan kekerasan.
Macron mengatakan posisinya telah disalahpahami bahwa perannya bukanlah mendukung konten kartun, tetapi untuk membela hak atas kebebasan berekspresi. "Prancis berada dalam kondisi syok setelah serangan ini, dengan perasaan sedih dan marah. Dan untuk pertama kalinya saat kami mengalami serangan ini, ada reaksi kuat yang menyerang Prancis secara internasional, atas dasar banyak kesalahpahaman dan itulah mengapa saya ingin menjernihkannya," ujar Macron kepada Aljazeera.
![Macron Sebut Posisinya Bukan Mendukung Konten Kartun]()
Pernyataan itu disampaikan setelah serangan mematikan di sebuah gereja di Nice, yang menewaskan tiga orang. Ini adalah insiden serangan ketiga yang diduga dilakukan oleh kelompok radikal dalam satu bulan terakhir. Beberapa mendesak pemboikotan produk Prancis setelah Macron membela hak untuk menggunakan gambar tersebut, dalam konteks kebebasan berekspresi. (Baca: Kehebatan Seseorang Bisa Diukur dari 3 Perkara Ini)
Macron mengatakan posisinya telah disalahpahami bahwa perannya bukanlah mendukung konten kartun, tetapi untuk membela hak atas kebebasan berekspresi. "Prancis berada dalam kondisi syok setelah serangan ini, dengan perasaan sedih dan marah. Dan untuk pertama kalinya saat kami mengalami serangan ini, ada reaksi kuat yang menyerang Prancis secara internasional, atas dasar banyak kesalahpahaman dan itulah mengapa saya ingin menjernihkannya," ujar Macron kepada Aljazeera.

Pernyataan itu disampaikan setelah serangan mematikan di sebuah gereja di Nice, yang menewaskan tiga orang. Ini adalah insiden serangan ketiga yang diduga dilakukan oleh kelompok radikal dalam satu bulan terakhir. Beberapa mendesak pemboikotan produk Prancis setelah Macron membela hak untuk menggunakan gambar tersebut, dalam konteks kebebasan berekspresi. (Baca: Kehebatan Seseorang Bisa Diukur dari 3 Perkara Ini)
Lihat Juga :