Kubu Trump Klaim Kemenangan Dini Pilpres AS, Tuduh Biden Coba Mencurinya
Senin, 02 November 2020 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Trump telah menyatakan akan sangat pantas dan menyenangkan jika pemenang diumumkan pada malam pemilihan, alih-alih berminggu-minggu setelah pemungutan suara. (Baca juga: Pakar: Trump Akan Menang Pilpres AS, meski Kalah dalam Survei )
Klaim kemenangan dini kubu Trump dan tuduhan Miller terhadap kubu Biden memicu kaum liberal bersuara di media sosial. Mereka menuduh balik kubu Trump melakukan kampanye kebohongan dan mencoba mencuri hasil pilpres itu sendiri dengan mengklaim kemenangan sebelum waktunya.
“Menghitung surat suara yang diberikan melalui pos tidak boleh disebut mencuri pemilu. Itu menghitung suara," kata aktor "Star Trek" dan aktivis liberal, George Takei, di Twitter.
“Apa yang dikatakan Jason Miller sangat bodoh dan tidak jujur (yang sangat berkaitan dengan brand). Tidak ada preseden untuk ini. Suara selalu dihitung setelah Hari Pemilihan," kata penulis Dan Pfeiffer di Twitter.
“Ini bohong. Surat suara yang diberikan secara resmi lewat surat perlu dihitung, dan banyak negara bagian tidak akan menghitungnya pada malam pemilihan," ujar Jake Tapper dari CNN, Senin (2/11/2020).
Klaim kemenangan dini kubu Trump dan tuduhan Miller terhadap kubu Biden memicu kaum liberal bersuara di media sosial. Mereka menuduh balik kubu Trump melakukan kampanye kebohongan dan mencoba mencuri hasil pilpres itu sendiri dengan mengklaim kemenangan sebelum waktunya.
“Menghitung surat suara yang diberikan melalui pos tidak boleh disebut mencuri pemilu. Itu menghitung suara," kata aktor "Star Trek" dan aktivis liberal, George Takei, di Twitter.
“Apa yang dikatakan Jason Miller sangat bodoh dan tidak jujur (yang sangat berkaitan dengan brand). Tidak ada preseden untuk ini. Suara selalu dihitung setelah Hari Pemilihan," kata penulis Dan Pfeiffer di Twitter.
“Ini bohong. Surat suara yang diberikan secara resmi lewat surat perlu dihitung, dan banyak negara bagian tidak akan menghitungnya pada malam pemilihan," ujar Jake Tapper dari CNN, Senin (2/11/2020).
Lihat Juga :