Penembakan Kembali Guncang Prancis, Kali Ini Antara 2 Geng Bersenjata
Senin, 02 November 2020 - 05:36 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Montpellier Michaël Delafosse mengecam apa yang ia sebut sebagai "tindakan tak terkatakan" dan "kekerasan luar biasa".
Serikat polisi Prancis juga mengeluarkan pernyataan, di mana dikatakan bahwa hanya “bala bantuan polisi yang substansial” yang dapat membantu penegakan hukum untuk membendung peningkatan kekerasan dan kenakalan yang luar biasa di daerah tersebut. (Baca juga: Inilah Daftar 10 Serangan Teror di Prancis dari Waktu ke Waktu )
"Montpellier sedang dalam perjalanan untuk menjadi salah satu kota paling kriminal di Prancis," kata serikat tersebut dalam sebuah pernyataan.
Insiden ini menambah daftar kekacauan di negara yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron. Pada 16 Oktober, guru sejarah Samuel Paty, 47, dipenggal pengungsi Chechnya di pinggiran Paris setelah guru itu mempertontonkan kartun yang menghina Nabi Muhammad dalam diskusi kebebasan berekspresi dan berbicara di kelas. Pelaku ditembak mati polisi.
Pada 29 Oktober, pria Tunisia melakukan serangan di Gereja Notre-Dame di Nice. Tiga orang tewas, termasuk seorang wanita yang dipenggal pelaku. Pelaku ditembak dan ditangkap polisi.
Serikat polisi Prancis juga mengeluarkan pernyataan, di mana dikatakan bahwa hanya “bala bantuan polisi yang substansial” yang dapat membantu penegakan hukum untuk membendung peningkatan kekerasan dan kenakalan yang luar biasa di daerah tersebut. (Baca juga: Inilah Daftar 10 Serangan Teror di Prancis dari Waktu ke Waktu )
"Montpellier sedang dalam perjalanan untuk menjadi salah satu kota paling kriminal di Prancis," kata serikat tersebut dalam sebuah pernyataan.
Insiden ini menambah daftar kekacauan di negara yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron. Pada 16 Oktober, guru sejarah Samuel Paty, 47, dipenggal pengungsi Chechnya di pinggiran Paris setelah guru itu mempertontonkan kartun yang menghina Nabi Muhammad dalam diskusi kebebasan berekspresi dan berbicara di kelas. Pelaku ditembak mati polisi.
Pada 29 Oktober, pria Tunisia melakukan serangan di Gereja Notre-Dame di Nice. Tiga orang tewas, termasuk seorang wanita yang dipenggal pelaku. Pelaku ditembak dan ditangkap polisi.
(min)
Lihat Juga :