Macron Sebut Posisinya Bukan Mendukung Konten Kartun
Senin, 02 November 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada Sabtu (31/10/2020), seorang pendeta Orthodoks ditembak dan terluka di Lyon. Pelaku penembakan telah ditangkap, namun hingga kini belum diketahui motif serangan tersebut dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.
Macron mengatakan, dia meyakini bahwa reaksi keras dari negara-negara Muslim karena orang-orang telah salah memahami bahwa dia mendukung kartun itu, atau bahwa kartun itu dibuat oleh pemerintah Prancis.
"Saya memahami sentimen yang diungkapkan. Tapi Anda harus memahami tugas saya sekarang, yakni melakukan dua hal: untuk menenangkan kondisi dan juga melindungi hak-hak kebebasan berekspresi ini," ujarnya.
Macron mengatakan tugas dirinya adalah untuk menenangkan hal ini, dan pada saat bersamaan juga melindungi hak kebebasan tersebut. "Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan dengan mengatasnamakan membela agama, mereka membunuh, mereka membantai. Saat ini ada kekerasan yang dilakukan oleh gerakan dan individu ekstremis yang mengatasnamakan Islam,” katanya. (Baca juga: Banyak Kaum Santri Sudah Berperan di Kancah Internasional)
Macron juga mengatakan pemboikotan produk-produk Prancis yang diserukan di tengah kemarahan negara-negara Islam itu "tidak dapat diterima". Presiden Macron dalam satu pidato menegaskan bahwa "sekulerisme adalah dasar negara" dan "separatisme Islam harus ditangani".
Macron mengatakan, dia meyakini bahwa reaksi keras dari negara-negara Muslim karena orang-orang telah salah memahami bahwa dia mendukung kartun itu, atau bahwa kartun itu dibuat oleh pemerintah Prancis.
"Saya memahami sentimen yang diungkapkan. Tapi Anda harus memahami tugas saya sekarang, yakni melakukan dua hal: untuk menenangkan kondisi dan juga melindungi hak-hak kebebasan berekspresi ini," ujarnya.
Macron mengatakan tugas dirinya adalah untuk menenangkan hal ini, dan pada saat bersamaan juga melindungi hak kebebasan tersebut. "Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan dengan mengatasnamakan membela agama, mereka membunuh, mereka membantai. Saat ini ada kekerasan yang dilakukan oleh gerakan dan individu ekstremis yang mengatasnamakan Islam,” katanya. (Baca juga: Banyak Kaum Santri Sudah Berperan di Kancah Internasional)
Macron juga mengatakan pemboikotan produk-produk Prancis yang diserukan di tengah kemarahan negara-negara Islam itu "tidak dapat diterima". Presiden Macron dalam satu pidato menegaskan bahwa "sekulerisme adalah dasar negara" dan "separatisme Islam harus ditangani".
Lihat Juga :