Pelaku Penyerangan Gereja di Nice Pernah Ditangkap

loading...
Pelaku Penyerangan Gereja di Nice Pernah Ditangkap
Prancis memperketat pengamana di gereja dan sekolah pasca serangan pisau di gereja Basilika Notre Dame Nice. Foto/VOA
A+ A-
TUNIS - Seorang pejabat di pengadilan Tunisia, Mohsen Dali, mengatakan tersangka pelaku penyerangan dengan pisau di gereja Nice, Prancis, pernah ditangkap. Ibrahim Issaoui ditangkap pada tahun 2016 karena tindak kekerasan dan menggunakan pisau.

Pernyataan itu muncul ketika Kantor Kejaksaan Umum Tunisia memerintahkan untuk meluncurkan penyelidikan atas dugaan keberadaan apa yang disebut organisasi teror Al Mahdi dan kemungkinan keterlibatannya dalam serangan Nice, menurut kantor berita yang dikelola pemerintah TAP yang disitir Sputnik, Sabtu (31/10/2020).(Baca juga: Kelompok Ekstrimis Tunisia Klaim Serangan Pisau di Gereja Prancis)

Kemunculan pernyataan ini mengikuti Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan sebelumnya pada hari itu bahwa dia tidak mengesampingkan lebih banyak serangan teroris di wilayah Prancis karena negara itu terlibat dalam "perang melawan ideologi Islam".





Darmanin mengatakan kepada stasiun Radio RTL yang berbasis di Berlin bahwa Prancis berperang melawan musuh baik di dalam maupun di luar. Ia menambahkan bahwa negara itu perlu memahami bahwa telah dan akan ada peristiwa lain seperti serangan mengerikan ini.

Menteri itu senada dengan Presiden Emmanuel Macron yang mengatakan kepada wartawan bahwa Prancis berada di bawah serangan teroris setelah penusukan fatal di Nice. Macrone menegaskan bahwa negara itu tidak akan melepaskan nilai-nilainya karena "serangan teroris Islam".

Presiden juga berjanji untuk mengerahkan 7.000 tentara untuk melindungi situs-situs utama di seluruh negeri karena peringatan keamanan nasional Prancis telah ditingkatkan ke tingkat tertinggi.(Baca juga:Buntut Serangan Pisau, Prancis Berstatus Siaga Tingkat Tinggi)



Pada hari Kamis, setidaknya tiga orang dibunuh oleh seorang pria yang memegang pisau di dan dekat gereja Basilika Notre Dame, yang terletak di Nice's Avenue Jean Medecin. Jaksa anti-terorisme Prancis Jean-Francois Ricard kemudian mengkonfirmasi bahwa pelaku penyerangan berusia 21 tahun, berasal dari Tunisia dan dia telah tiba di Prancis pada tanggal 9 Oktober.

Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah guru yang berbasis di Paris, Samuel Paty, dipenggal kepalanya oleh seorang penyerang pada 16 Oktober setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW di salah satu kelasnya tentang kebebasan berbicara.

Penggambaran kartun Nabi Muhammad SAW dianggap penistaan oleh umat Islam, dan publikasi kartun semacam itu menyebabkan penembakan mematikan di kantor Charlie Hebdo pada tahun 2015. Ketika itu 12 orang tewas dan 11 lainnya terluka akibat serangan tersebut.
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top