Tusuk Penjaga Konsulat Prancis, Seorang Pria Diamankan di Jeddah
Kamis, 29 Oktober 2020 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Walikota Nice, Christian Estrosi mengatakan, pelaku penyerangan berhasil dilumpuhkan polisi dan saat ini telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Dia mengatakan, pelaku meneriakkan "Allahu Akbar" sebelum melancarkan serangan.
Estrosi mengatakan, salah satu dari tiga orang yang tewas dalam serangan tersebut adalah penjaga gereja. "Penyerang terus meneriakkan "Allahu Akbar" bahkan setelah dia ditahan," kata Estrosi.
"Tersangka penyerangan ditembak oleh polisi, dia dalam perjalanan ke rumah sakit, dia masih hidup. Cukup sudah, sekarang waktunya bagi Prancis untuk membebaskan diri dari hukum perdamaian untuk secara definitif menghapus Islamo-fasisme dari wilayah kami," sambungnya. ( Baca juga: PBB Turut Kecam Perilisan Karikatur Nabi Muhammad )
Dia kemudian mengatakan para korban tewas dengan cara yang mengerikan. "Metodenya cocok, tanpa diragukan lagi, cara yang sama digunakan melawan guru pemberani di Conflans Sainte Honorine, Samuel Paty," ujarnya.
Estrosi mengatakan, salah satu dari tiga orang yang tewas dalam serangan tersebut adalah penjaga gereja. "Penyerang terus meneriakkan "Allahu Akbar" bahkan setelah dia ditahan," kata Estrosi.
"Tersangka penyerangan ditembak oleh polisi, dia dalam perjalanan ke rumah sakit, dia masih hidup. Cukup sudah, sekarang waktunya bagi Prancis untuk membebaskan diri dari hukum perdamaian untuk secara definitif menghapus Islamo-fasisme dari wilayah kami," sambungnya. ( Baca juga: PBB Turut Kecam Perilisan Karikatur Nabi Muhammad )
Dia kemudian mengatakan para korban tewas dengan cara yang mengerikan. "Metodenya cocok, tanpa diragukan lagi, cara yang sama digunakan melawan guru pemberani di Conflans Sainte Honorine, Samuel Paty," ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :