Rusia Ajukan Permohonan Daftar Darurat Vaksin Covid-19 ke WHO
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Setelah pandemi virus Corona, WHO telah memasukkan vaksin dalam prosedur Daftar Penggunaan Darurat (EUL) yang dirancang untuk mempercepat penilaian obat-obatan, terapeutik, dan diagnostik yang tidak berlisensi dalam situasi darurat.
Badan kesehatan PBB mengeluarkan undangan pertamanya kepada produsen vaksin Covid-19 di seluruh dunia untuk mendaftar program EUL dan prakualifikasi pada 1 Oktober. Tidak jelas berapa lama tepatnya waktu yang dibutuhkan sebuah formula untuk melewati semua tahap penilaian WHO dan menerima persetujuan setelah masuk ke dalam program.
Rusia adalah negara pertama yang secara resmi mendaftarkan vaksin Covid-19. Pengembang Sputnik V, yang saat ini sedang menjalani uji klinis tahap ketiga dan terakhir, mengatakan lebih dari 40 negara telah menyatakan minat mereka terhadapnya.
Brasil, Venezuela, Azerbaijan, Kazakhstan, Belarusia, dan India secara khusus disebutkan oleh pejabat Rusia sebagai negara yang dapat menerima vaksin Sputnik V serta mengambil bagian dalam pengembangan dan produksinya. Presiden Bolivia yang baru terpilih, Luis Arce, minggu ini mengumumkan rencananya untuk memesan vaksin dari Rusia setelah siap untuk dijual.(Baca juga: Seorang Relawan Meninggal, Brasil Tetap Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 )
Badan kesehatan PBB mengeluarkan undangan pertamanya kepada produsen vaksin Covid-19 di seluruh dunia untuk mendaftar program EUL dan prakualifikasi pada 1 Oktober. Tidak jelas berapa lama tepatnya waktu yang dibutuhkan sebuah formula untuk melewati semua tahap penilaian WHO dan menerima persetujuan setelah masuk ke dalam program.
Rusia adalah negara pertama yang secara resmi mendaftarkan vaksin Covid-19. Pengembang Sputnik V, yang saat ini sedang menjalani uji klinis tahap ketiga dan terakhir, mengatakan lebih dari 40 negara telah menyatakan minat mereka terhadapnya.
Brasil, Venezuela, Azerbaijan, Kazakhstan, Belarusia, dan India secara khusus disebutkan oleh pejabat Rusia sebagai negara yang dapat menerima vaksin Sputnik V serta mengambil bagian dalam pengembangan dan produksinya. Presiden Bolivia yang baru terpilih, Luis Arce, minggu ini mengumumkan rencananya untuk memesan vaksin dari Rusia setelah siap untuk dijual.(Baca juga: Seorang Relawan Meninggal, Brasil Tetap Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 )
(ber)
Lihat Juga :