Rusia Ajukan Permohonan Daftar Darurat Vaksin Covid-19 ke WHO
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:14 WIB
loading...
Rusia telah mengajukan permohonan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk prakualifikasi awal dan pendaftaran vaksin Covid-19 Sputnik V perintis. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MOSKOW - Rusia telah mengajukan permohonan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk prakualifikasi awal dan pendaftaran vaksin Covid-19 Sputnik V perintis. Ini akan membuat vaksin tersebut tersedia secara global lebih cepat di saat kasus virus Corona di dunia meningkat.
Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah mengajukan aplikasi untuk memasukkan formula Sputnik V dalam program Daftar Penggunaan Darurat WHO yang memungkinkan persetujuan yang dipercepat untuk digunakan.
“Federasi Rusia adalah yang pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin melawan virus Corona: Sputnik V, yang dibuat pada platform vektor adenoviral manusia yang aman, efektif dan telah dipelajari dengan baik,” kata CEO RDIF, Kirill Dmitriev, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (28/10/2020).
Ia pun mengungkapkan harapannya bahwa persetujuan WHO yang diharapkan akan memungkinkannya dimasukkan dalam daftar produk medis yang memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kemanjuran terkemuka.
Dmitriev juga berterima kasih kepada badan kesehatan PBB atas kerja sama aktifnya. (Baca juga: Relawan Tes Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal Dunia di Brasil )
Prakualifikasi adalah program jaminan kualitas yang dijalankan oleh WHO yang dirancang untuk memastikan vaksin baru memenuhi standar internasional. WHO menyaring vaksin sebelum digunakan oleh berbagai lembaga seperti UNICEF dan organisasi internasional lainnya. Ini juga digunakan untuk mendukung “kebutuhan khusus” dari program imunisasi nasional.
Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah mengajukan aplikasi untuk memasukkan formula Sputnik V dalam program Daftar Penggunaan Darurat WHO yang memungkinkan persetujuan yang dipercepat untuk digunakan.
“Federasi Rusia adalah yang pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin melawan virus Corona: Sputnik V, yang dibuat pada platform vektor adenoviral manusia yang aman, efektif dan telah dipelajari dengan baik,” kata CEO RDIF, Kirill Dmitriev, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (28/10/2020).
Ia pun mengungkapkan harapannya bahwa persetujuan WHO yang diharapkan akan memungkinkannya dimasukkan dalam daftar produk medis yang memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kemanjuran terkemuka.
Dmitriev juga berterima kasih kepada badan kesehatan PBB atas kerja sama aktifnya. (Baca juga: Relawan Tes Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal Dunia di Brasil )
Prakualifikasi adalah program jaminan kualitas yang dijalankan oleh WHO yang dirancang untuk memastikan vaksin baru memenuhi standar internasional. WHO menyaring vaksin sebelum digunakan oleh berbagai lembaga seperti UNICEF dan organisasi internasional lainnya. Ini juga digunakan untuk mendukung “kebutuhan khusus” dari program imunisasi nasional.
Lihat Juga :