Rusia Ajukan Permohonan Daftar Darurat Vaksin Covid-19 ke WHO

loading...
Rusia Ajukan Permohonan Daftar Darurat Vaksin Covid-19 ke WHO
Rusia telah mengajukan permohonan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk prakualifikasi awal dan pendaftaran vaksin Covid-19 Sputnik V perintis. Foto/Ilustrasi
A+ A-
MOSKOW - Rusia telah mengajukan permohonan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk prakualifikasi awal dan pendaftaran vaksin Covid-19 Sputnik V perintis. Ini akan membuat vaksin tersebut tersedia secara global lebih cepat di saat kasus virus Corona di dunia meningkat.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah mengajukan aplikasi untuk memasukkan formula Sputnik V dalam program Daftar Penggunaan Darurat WHO yang memungkinkan persetujuan yang dipercepat untuk digunakan.

“Federasi Rusia adalah yang pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin melawan virus Corona: Sputnik V, yang dibuat pada platform vektor adenoviral manusia yang aman, efektif dan telah dipelajari dengan baik,” kata CEO RDIF, Kirill Dmitriev, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (28/10/2020).

Ia pun mengungkapkan harapannya bahwa persetujuan WHO yang diharapkan akan memungkinkannya dimasukkan dalam daftar produk medis yang memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kemanjuran terkemuka.



Dmitriev juga berterima kasih kepada badan kesehatan PBB atas kerja sama aktifnya. (Baca juga:Relawan Tes Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal Dunia di Brasil)

Prakualifikasi adalah program jaminan kualitas yang dijalankan oleh WHO yang dirancang untuk memastikan vaksin baru memenuhi standar internasional. WHO menyaring vaksin sebelum digunakan oleh berbagai lembaga seperti UNICEF dan organisasi internasional lainnya. Ini juga digunakan untuk mendukung “kebutuhan khusus” dari program imunisasi nasional.





Setelah pandemi virus Corona, WHO telah memasukkan vaksin dalam prosedur Daftar Penggunaan Darurat (EUL) yang dirancang untuk mempercepat penilaian obat-obatan, terapeutik, dan diagnostik yang tidak berlisensi dalam situasi darurat.

Badan kesehatan PBB mengeluarkan undangan pertamanya kepada produsen vaksin Covid-19 di seluruh dunia untuk mendaftar program EUL dan prakualifikasi pada 1 Oktober. Tidak jelas berapa lama tepatnya waktu yang dibutuhkan sebuah formula untuk melewati semua tahap penilaian WHO dan menerima persetujuan setelah masuk ke dalam program.

Rusia adalah negara pertama yang secara resmi mendaftarkan vaksin Covid-19. Pengembang Sputnik V, yang saat ini sedang menjalani uji klinis tahap ketiga dan terakhir, mengatakan lebih dari 40 negara telah menyatakan minat mereka terhadapnya.

Brasil, Venezuela, Azerbaijan, Kazakhstan, Belarusia, dan India secara khusus disebutkan oleh pejabat Rusia sebagai negara yang dapat menerima vaksin Sputnik V serta mengambil bagian dalam pengembangan dan produksinya. Presiden Bolivia yang baru terpilih, Luis Arce, minggu ini mengumumkan rencananya untuk memesan vaksin dari Rusia setelah siap untuk dijual.(Baca juga:Seorang Relawan Meninggal, Brasil Tetap Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19)
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top