Akhiri Aksi Kekerasan, Kepala Polisi Nigeria Mobilisasi Semua Pasukan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Menurut pengawas hak asasi manusia Amnesty International, sedikitnya 56 orang tewas dalam demonstrasi tersebut. Kelompok itu juga menuduh bahwa "preman" telah disewa oleh polisi untuk menghadapi pengunjuk rasa dan termasuk di antara mereka yang terbunuh.(Baca juga: Pertumpahan Darah Nigeria: Polisi Tembak Demonstran lalu Diseret di Jalan )
Presiden Muhammadu Buhari menghadapi tugas berat bagaimana menghadapi protes dan kekerasan selanjutnya. Dia mengatakan bahwa pengunjuk rasa harus mundur dari protes dan membantu bekerja untuk mereformasi masalah yang sedang diterjadi.
Buhari, yang menjabat pada 2015 dan terpilih kembali pada Februari tahun lalu, mengatakan kepada pengunjuk rasa untuk menahan godaan digunakan oleh beberapa elemen subversif untuk menyebabkan kekacauan. Dia meminta pemuda Nigeria untuk menghentikan protes jalanan dan secara konstruktif melibatkan pemerintah dalam mencari solusi.
"Suaramu telah terdengar nyaring dan jelas, dan kami menanggapi," ujarnya.(Baca juga: 69 Tewas dalam Aksi Protes Kebrutalan Polisi di Nigeria )
Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan diakhirinya kekerasan dan untuk menghormati hak-hak para pengunjuk rasa damai.
Presiden Muhammadu Buhari menghadapi tugas berat bagaimana menghadapi protes dan kekerasan selanjutnya. Dia mengatakan bahwa pengunjuk rasa harus mundur dari protes dan membantu bekerja untuk mereformasi masalah yang sedang diterjadi.
Buhari, yang menjabat pada 2015 dan terpilih kembali pada Februari tahun lalu, mengatakan kepada pengunjuk rasa untuk menahan godaan digunakan oleh beberapa elemen subversif untuk menyebabkan kekacauan. Dia meminta pemuda Nigeria untuk menghentikan protes jalanan dan secara konstruktif melibatkan pemerintah dalam mencari solusi.
"Suaramu telah terdengar nyaring dan jelas, dan kami menanggapi," ujarnya.(Baca juga: 69 Tewas dalam Aksi Protes Kebrutalan Polisi di Nigeria )
Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan diakhirinya kekerasan dan untuk menghormati hak-hak para pengunjuk rasa damai.
Lihat Juga :