PM Sudan Siap Jalin Hubungan dengan Israel Jika Parlemen Setuju
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan teknokratis Hamdok sejauh ini menolak upaya AS mendorong Sudan mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang menandatangani perjanjian menjalin hubungan formal dengan Israel di Gedung Putih bulan lalu.
Sebaliknya, tokoh-tokoh militer yang memimpin transisi politik Sudan tampak terbuka untuk menormalisasi hubungan, meskipun kelompok sipil termasuk sayap kiri dan politisi Islam lebih enggan. (Baca Juga: UEA Buat Permintaan Resmi untuk Buka Kedubes di Israel)
"Perdana menteri akan melanjutkan langkah-langkah yang diambil Kepala Dewan Transisi Abdel Fattah al-Burhan untuk menjalin hubungan dengan Israel jika dewan legislatif, setelah dibentuk, menyetujui keputusan untuk menormalisasi hubungan," kata sumber senior pemerintahan Sudan. (Lihat Infografis: CN-235 PTDI Siap Bersaing dalam Tender Pesawat Patroli Malaysia)
Masalah ini sensitif di Sudan karena negara itu merupakan salah satu musuh Israel. (Lihat Video: Tak Hanya Nama Jalan, UEA Segera Bangun Masjid Presiden Jokowi)
“Kehati-hatian Khartoum mencerminkan kekhawatiran bahwa langkah kebijakan luar negeri itu dapat mengganggu keseimbangan antara faksi militer dan sipil, dan bahkan membahayakan pemerintah,” ungkap dua sumber senior pemerintah Sudan.
Sebaliknya, tokoh-tokoh militer yang memimpin transisi politik Sudan tampak terbuka untuk menormalisasi hubungan, meskipun kelompok sipil termasuk sayap kiri dan politisi Islam lebih enggan. (Baca Juga: UEA Buat Permintaan Resmi untuk Buka Kedubes di Israel)
"Perdana menteri akan melanjutkan langkah-langkah yang diambil Kepala Dewan Transisi Abdel Fattah al-Burhan untuk menjalin hubungan dengan Israel jika dewan legislatif, setelah dibentuk, menyetujui keputusan untuk menormalisasi hubungan," kata sumber senior pemerintahan Sudan. (Lihat Infografis: CN-235 PTDI Siap Bersaing dalam Tender Pesawat Patroli Malaysia)
Masalah ini sensitif di Sudan karena negara itu merupakan salah satu musuh Israel. (Lihat Video: Tak Hanya Nama Jalan, UEA Segera Bangun Masjid Presiden Jokowi)
“Kehati-hatian Khartoum mencerminkan kekhawatiran bahwa langkah kebijakan luar negeri itu dapat mengganggu keseimbangan antara faksi militer dan sipil, dan bahkan membahayakan pemerintah,” ungkap dua sumber senior pemerintah Sudan.
Lihat Juga :