Thailand Bekukan Stasiun Televisi karena Liputan Demonstrasi

Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Gelombang demonstrasi antimonarki dan antipemerintah terus berkembang. Mereka mengabaikan larangan demonstrasi yang ditujukan untuk melawan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha dan kekuasaan kerajaan.

Demonstrasi itu seperti aksi balas dendam setelah penangkapan puluhan demonstran dan para pemimpin mereka. Polisi pun menggunakan mobil meriam air dan menghentikan layanan sistem kereta api Bangkok.

Lokasi demonstrasi pun kerap berpindah-pindah dari satu titik ke titik lain di lokasi yang berbeda. Lokasi demonstrasi terkini biasanya diumumkan melalui media sosial. “Kita akan bertahan hingga semuanya berakhir atau berpindah ke lokasi lain bersama dengan para aktivis lainnya,” kata Dee, 25, demonstran yang berada di Asok, salah satu pusat kota di Bangkok. Ratusan demonstran lainnya berkumpul di Monumen Kemenangan, sekitar lima kilometer dari Asok.

Para demonstran kerap menggunakan bahasa kasar untuk mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap monarki. “Apakah rasa menjilat sepatu diktator memang enak?” demikian bunyi poster yang ditampilkan para demonstran. Hal menarik, para demonstran juga mengungkapkan wacana tentang berdirinya “Republik Thailand”.

Polisi Thailand kini tidak terlalu reaktif dan mengintervensi pelaksanaan demonstrasi. “Kita tetap mempertahankan perdamaian dan ketertiban,” kata juru bicara kepolisian Kissana Phathanacharoen. Dia mengatakan, aparat kepolisian tetap memperhatikan hukum, standar internasional, dan hak asasi manusia. (Baca juga: Liburan Aman dan Nyaman di Masa Pandemi)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved